Arsip Kompetisi Sepak Bola Nasional Sejak Era Hindia Belanda Hingga Indonesia Modern. Menyajikan Format, Hasil Kompetisi, Penghargaan dan Sejarah Faktual.

Divisi Utama Liga Sepak Bola Utama 1982-1983

Turnamen sepak bola semi-profesional tingkat nasional kembali digelar oleh PSSI melalui Liga Sepak Bola Utama (Galatama) 1982-1983. Musim ini menandai upaya penting dalam sejarah sepak bola Indonesia dengan diberlakukannya struktur liga berjenjang yang terdiri atas Divisi Utama dan Divisi I, serta mekanisme promosi dan degradasi secara resmi. Divisi Utama diisi oleh tim-tim yang menempati peringkat 1 hingga 15 pada musim sebelumnya, sedangkan Divisi I diikuti oleh tim-tim peringkat 16 hingga 18 ditambah beberapa tim baru. Meskipun demikian, perlu diketahui bahwa konsep dua kasta sebenarnya bukan hal baru dalam sepak bola Indonesia. Pada edisi 1980, Galatama juga telah membentuk Divisi I, tetapi sifatnya masih berupa ajang seleksi bagi klub-klub baru untuk lolos ke Divisi Utama, tanpa adanya sistem promosi dan degradasi yang otomatis. Sementara itu, di lingkungan kompetisi amatir Perserikatan, sistem dua kasta sudah lebih dulu diterapkan sejak tahun 1979, dengan pembagian antara Divisi Utama dan Divisi I yang berfungsi sebagai dasar promosi dan degradasi antartim daerah.

Namun, penerapan sistem dua kasta di Galatama tidak berlangsung secara konsisten pada musim-musim berikutnya. Dalam praktiknya, format liga sering mengalami perubahan dan struktur dua divisi tidak selalu dipertahankan. Salah satu penyebab utamanya adalah terbatasnya jumlah klub yang mampu memenuhi standar kompetisi semi-profesional, baik dari sisi organisasi, keuangan, maupun infrastruktur. Faktor lain seperti masalah administrasi penyelenggara dan ketidaksiapan klub baru juga turut memengaruhi. Dengan demikian, sistem berjenjang di Galatama 1982-1983 dapat dipandang sebagai bentuk penerapan paling formal dari konsep dua kasta dalam sepak bola semi-profesional Indonesia, meskipun pelaksanaannya belum stabil dan tidak berkelanjutan.

Peserta:

Angkasa

Arseto

Bintang Timur

Indonesia Muda

Jaka Utama

Jayakarta

Makassar Utama

Mercu Buana

NIAC Mitra

Pardedetex

Perkesa '78

Sari Bumi Raya

Tunas Inti

UMS '80

Warna Agung

Format Kompetisi:

Turnamen ini menggunakan sistem double round robin, di mana setiap klub peserta saling bertemu sebanyak dua kali, sekali sebagai tuan rumah dan sekali sebagai tim tamu. Seluruh hasil pertandingan dikumulasi dalam satu klasemen umum. Tim yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak di akhir musim dinyatakan sebagai juara nasional Galatama.

Jadwal Kompetisi:

28 Agustus 1982-28 Mei 1983.

Klasemen Akhir:

Pos

Tim

M

M

S

K

SG

P

1

NIAC Mitra 🏆

28

18

6

4

57-18

42

2

UMS '80

28

15

9

4

40-21

39

3

Pardedetex

28

16

7

5

38-20

39

4

Warna Agung

28

14

7

7

45-23

35

5

Indonesia Muda

28

15

4

9

42-29

34

6

Perkesa '78

28

11

11

6

27-22

33

7

Tunas Inti

28

12

8

8

37-30

32

8

Arseto

28

9

11

8

42-37

29

9

Makassar Utama

28

10

7

11

26-21

27

10

Mercu Buana

28

7

12

9

24-25

26

11

Jaka Utama

28

9

4

15

26-40

22

12

Sari Bumi Raya

28

7

7

14

25-416

21

13

Angkasa

28

4

8

16

18-46

16

14

Jayakarta

28

0

13

15

11-43

13

15

Bintang Timur

28

3

6

19

23-65

12

🏆 : Juara

Hasil Pertandingan:[1]

28 Agustus 1982 - Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya

Niac Mitra 2-0 Tunas Inti

12 Februari 1983 - Stadion Pajajaran, Bogor

Tunas Inti 2-1 Jaka Utama

13 Februari 1983 - Stadion Teladan, Medan

Pardedetex 1-0 Niac Mitra

Penghargaan:

Top Skor

🇮🇩 Dede Sulaiman (Indonesia Muda) - 17 gol

Juara:

🏆 Niac Mitra

Skuad Juara Niac Mitra 1982-1983

Pelatih: 🇮🇩 Muhammad Basri

Posisi

Nama Pemain

GK

🇸🇬 David Lee

GK

🇮🇩 Hendrik Montolalu

DF

🇮🇩 Budi Aswin

DF

🇮🇩 Yudi Suryata

DF

🇮🇩 Tommy Latuperisa

DF

🇮🇩 I Wayan Diana (K)

DF

🇮🇩 Hamid Asnan

MF

🇮🇩 Rudy W. Keltjes

MF

🇮🇩 Yance Lilipaly

MF

🇮🇩 Yusuf Malle

MF

🇮🇩 Rae Bawa

FW

🇮🇩 Syamsul Arifin

FW

🇸🇬 Fandi Ahmad

FW

🇮🇩 Djoko Malis

FW

🇮🇩 Dullah Rahim

FW

🇮🇩 Sunardi Rosdiana

 

 




[1] Hasil-hasil pertandingan yang tercantum disusun berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari berbagai referensi. Namun demikian, akurasi beberapa hasil pertandingan masih dapat dikonfirmasi kembali karena keterbatasan catatan resmi pada saat itu.

Back To Top