Arsip Kompetisi Sepak Bola Nasional Sejak Era Hindia Belanda Hingga Indonesia Modern. Menyajikan Format, Hasil Kompetisi, Penghargaan dan Sejarah Faktual.

Divisi II Liga Indonesia 1997-1998

Kompetisi kasta ketiga sepak bola Indonesia kembali digelar oleh PSSI melalui Divisi II Liga Indonesia 1997-1998. Musim ini sempat berlangsung di tingkat daerah, tetapi tidak pernah mencapai tingkat nasional.

Format Kompetisi:

Kompetisi ini berlangsung dalam dua tahap yaitu tingkat daerah dan tingkat nasional. Pada tingkat daerah, setiap provinsi menyelenggarakan kompetisi sendiri sebagai tahap awal penyisihan untuk menentukan wakil yang akan maju ke jenjang berikutnya. Dari seluruh provinsi, terkumpul 34 tim dari 27 provinsi yang kemudian masuk ke tahap interzona. Tahap ini dibagi ke dalam tujuh zona geografis yang meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan NTB, NTT dan Timor Timur, serta Maluku dan Irian Jaya. Melalui persaingan di masing-masing zona tersebut terpilih 16 tim terbaik yang terdiri dari lima wakil Sumatra, empat dari Jawa, dua dari Kalimantan dan Sulawesi, serta masing-masing satu dari Bali dan NTB, NTT dan Timor Timur, dan Maluku dan Irian Jaya. Keenam belas tim ini kemudian melangkah ke tingkat nasional yang terbagi dalam tiga fase yaitu babak 16 besar, babak 8 besar dan babak gugur. Pada babak 16 besar, tim dibagi menjadi empat grup dan bertanding dengan sistem round robin tunggal di beberapa kota untuk menentukan dua tim teratas dari setiap grup. Delapan tim yang lolos kemudian kembali dibagi ke dalam dua grup pada babak 8 besar dan bertanding dengan format yang sama guna menentukan dua tim terbaik yang berhak melaju ke babak gugur. Babak gugur dimulai dari semifinal yang mempertemukan juara Grup K melawan runner up Grup L serta juara Grup L melawan runner up Grup K. Pemenang semifinal tidak hanya berhak tampil di final untuk memperebutkan gelar juara Divisi II tetapi juga otomatis mendapatkan tiket promosi ke Divisi I. Sementara itu, dua tim yang kalah bertemu dalam perebutan tempat ketiga yang menjadi laga penentu tiket promosi terakhir.

Divisi II Liga Indonesia 1997-1998 Dibatalkan:

Divisi II Liga Indonesia 1997-1998 secara resmi dibatalkan oleh PSSI pada 25 Mei 1998 menyusul pembatalan Divisi Utama dan Divisi I. Keputusan ini diambil seiring memburuknya situasi nasional yang dipicu oleh krisis moneter Asia serta instabilitas politik yang mencapai puncaknya dengan pengunduran diri Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. Krisis tersebut tidak hanya mengguncang sektor ekonomi, tetapi juga berdampak langsung pada kelangsungan aktivitas olahraga, termasuk sepak bola. Banyak klub menghadapi kendala finansial serius, sementara kondisi keamanan dalam negeri tidak memungkinkan penyelenggaraan pertandingan secara normal. Dalam konteks tersebut, pembatalan kompetisi dipandang sebagai langkah yang perlu demi menjaga keselamatan dan stabilitas nasional. Musim 1997-1998 pun tercatat sebagai salah satu periode paling bergejolak dalam sejarah sepak bola Indonesia, yang mencerminkan eratnya keterkaitan antara dinamika olahraga dan kondisi sosial-politik sebuah negara. Tidak jelas apakah tim-tim yang bertanding di tingkat daerah harus memulai lagi dari awal pada musim berikutnya atau langsung melanjutkan ke tahap nasional yang seharusnya di musim selanjutnya.

Back To Top