Arsip Kompetisi Sepak Bola Nasional Sejak Era Hindia Belanda Hingga Indonesia Modern. Menyajikan Format, Hasil Kompetisi, Penghargaan dan Sejarah Faktual.

Stedenwedstrijden PSSI 1941-1943

Kompetisi sepakbola antarkota bangsa Indonesia, Stedenwedstrijden, kembali diselenggrakan oleh PSSI pada musim 1941-1943 dengan Soerabaja dan Djokjakarta menjadi tuan rumah babak final. Diikuti oleh total 22 tim dari berbagai penjuru tanah air, kompetisi ini awalnya dirancang untuk berjalan sebagai musim reguler 1941-1942.

 

Rangkaian panjang babak distrik di 8 afdeeling sebenarnya telah selesai digelar sepenuhnya pada Desember 1941 dan berhasil menyaring empat tim terkuat untuk melaju ke babak final. Namun, tepat setelah babak distrik tersebut rampung, konjungtur politik global berubah drastis dalam semalam akibat pecahnya Perang Pasifik. Pengumuman perang pemerintah kolonial Hindia Belanda terhadap Jepang pada 8 Desember 1941 yang diikuti maklumat mobilisasi militer besar-besaran (Algemeene Mobilisatie) seketika melumpuhkan seluruh agenda olahraga di tanah air, termasuk memaksa pembatalan total kompetisi Stedenwedstrijden milik NIVU, yang sedianya digelar pada waktu bersamaan. Situasi darurat perang ini membuat babak final PSSI yang sudah di depan mata terpaksa mengalami penundaan total. Hanya dalam hitungan minggu setelah mobilisasi tersebut, invasi militer Jepang tak lagi terbendung hingga akhirnya Hindia Belanda menyerah tanpa syarat pada Maret 1942.

 

Di bawah kendali pemerintahan militer baru (Gunseikanbu), seluruh fasilitas olahraga disita dan organisasi bumi putera dibekukan, meninggalkan status empat tim finalis Stedenwedstrijden terkatung-katung tanpa kepastian sepanjang sisa tahun 1942. Mata rantai kompetisi yang sempat terputus ini baru menemukan titik terang ketika otoritas militer Jepang membentuk badan olahraga Tai Iku Kai dan mengizinkan PSSI menuntaskan hutang kompetisinya. Alih-alih memulai kompetisi baru dari nol, PSSI langsung memanggil para jawara distrik yang telah memegang tiket kelolosan sejak Desember 1941 untuk menyelesaikan babak final yang sempat tertunda.

 

Rangkaian babak final ini akhirnya resmi dimulai pada 5 Desember 1942 untuk pertandingan pendahuluan (voorwedstrijden) di Soerabaja, dan baru selesai pada pertandingan penentuan juara (kampioenswedstrijden) pada 15 Februari 1943 di Djokjakarta. Lini masa yang panjang dan penuh dinamika ini menegaskan bahwa kompetisi lintas tahun ini bukanlah dua musim kompetisi terpisah seperti yang diklaim secara keliru selama puluhan tahun, melainkan satu kesatuan kompetisi yang utuh.

Peserta:

 

Babak Final

 

Persibaja Soerabaja

Persipo Poerwakarta

Persis Solo

PSIM Djokjakarta

 

Babak Distrik

 

Bond Poerworedjo

Ksatrya Sragen

Persib Bandoeng

Persibo Bogor

Persim Malang

Persitas Tasikmalaja

PPSM Magelang

PSBI Blitar

PSIA Ambarawa

PSIK Klaten

PSIS Semarang

PSISA Salatiga

PSIT Tjirebon

PSKS Keboemen

PSM Madioen

Rens Bodjonegoro

VIJ Djakarta

VIP Pekalongan

Format Kompetisi:

 

Kompetisi ini terdiri atas dua tahap. Tahap pertama adalah Babak Distrik (districtswedstrijden) yang dibagi menjadi empat distrik dengan delapan afdeeling, yaitu: Distrik Djawa Barat (Afdeeling I dan II), Distrik Djawa Tengah I (Afdeeling III dan IV), Distrik Djawa Tengah II (Afdeeling V dan VI), dan Distrik Djawa Timoer (Afdeeling VII dan VIII). Menggunakan sistem round-robin di mana setiap tim bertanding dua kali melawan tim lainnya. Tim terbaik dari setiap afdeeling melaju ke final distrik dimana setiap tim bertanding dengan tim terbaik dari afdeeling pada distrik yang sama. Masing-masing pemenang dalam final distrik tersebut melaju ke tahap akhir yaitu Babak Final (stedenwedstrijden). Babak Final menggunakan sistem round-robin di mana setiap tim bertanding satu kali melawan tim lainnya. Seluruh hasil pertandingan dikumulasikan dalam satu klasemen umum, dan tim yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak dinyatakan sebagai juara. Seluruh pertandingan diselenggarakan di berbagai kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah dengan pertandingan babak final diselenggarakan di Stadion Tambaksari, Soerabaja, untuk pertandingan pendahuluan (voorwedstrijden) dan di Stadion Kridasana, Djokjakarta, untuk pertandingan penentu juara (Kampioenswedstrijden).

Jadwal Kompetisi:

 

Babak Distrik: 6 Juli-8 Desember 1941.

Babak Final: 5 Desember 1942-15 Februari 1943.

Babak Distrik (Districtswedstrijden):

 

Distrik Djawa Barat

 

Klasemen Akhir Afdeeling I[1]

 

Pos

Tim

M

M

S

K

SG

P

1

Persipo Poerwakarta

4

3

1

0

14-10

7

2

VIJ Djakarta

3

1

1

1

8-8

3

3

Persibo Bogor

3

0

0

3

7-11

0

: Final Distrik

 

 

Hasil Pertandingan

6 Juli 1941

VIJ Djakarta 3-2 Persibo Bogor

 

20 Juli 1941 - Poerwakarta

Persipo Poerwakarta 3-2 VIJ Djakarta

 

3 Agustus 1941

Persipo Poerwakarta 4-2 Persibo Bogor

 

17 Agustus 1941 - Batavia

VIJ Djakarta 3-3 Persipo Poerwakarta

 

31 Agustus 1941

Persibo Bogor vs VIJ Djakarta[2]

 

14 September 1941 - Lapangan HPC, Buitenzorg

Persibo Bogor 3-4 Persipo Poerwakarta

Pencetak Gol: Tolib (1-0), (2-2), (tidak tercatat) (3-3) - Isaak Pattiwael (1-1), (1-2), (2-3, pen.), Toni (3-4)

 

Klasemen Akhir Afdeeling II[3]

 

Pos

Tim

M

M

S

K

SG

P

1

Persib Bandoeng

4

2

2

0

5-0

6

2-3

Persitas Tasikmalaja

3

1

1

1

2-1

3

PSIT Tjirebon

3

0

1

2

0-6

1

: Final Distrik

 

 

Hasil Pertandingan

6 Juli 1941 - Sportpark Tegallega, Bandoeng

Persib Bandoeng 0-0 Persitas Tasikmalaja

 

20 Juli 1941 - Tjirebon

PSIT Tjirebon 0-0 Persib Bandoeng

 

3 Agustus 1941 - Tasikmalaja

Persitas Tasikmalaja 2-0 PSIT Tjirebon

 

17 Agustus 1941 - Sportpark Tegallega, Bandoeng

Wasit: Sarim

Persib Bandoeng 4-0 PSIT Tjirebon

Pencetak Gol: Soedjono (1-0), Adang (2-0), (3-0), (4-0)

 

31 Agustus 1941 - Sportpark Galoenggoeng, Tasikmalaja

Persitas Tasikmalaja 0-1 Persib Bandoeng

 

14 September 1941

PSIT Tjirebon vs Persitas Tasikmalaja[4]

 

Final Distrik Djawa Barat[5]

 

Persipo Poerwakarta

4

Persib Bandoeng

1

: Babak Final (Stedenwedstrijden)

 

 

Hasil Pertandingan

7 Desember 1941 - Poerwakarta

Persipo Poerwakarta 4-1 Persib Bandoeng

 

Distrik Djawa Tengah I

 

Klasemen Akhir Afdeeling III[6]

 

Pos

Tim

M

M

S

K

SG

P

1-2

PSKS Keboemen

1

1

0

0

4-3

2

Bond Poerworedjo

1

0

0

1

3-4

0

: Semifinal Distrik

 

 

Hasil Pertandingan

1941

PSKS Keboemen 4-3 Bond Poerworedjo

 

1941

Bond Poerworedjo vs PSKS Keboemen[7]

 

Klasemen Akhir Afdeeling IV[8]

 

Pos

Tim

M

M

S

K

SG

P

1

PSIM Djokjakarta

4

4

0

0

21-3

8

2

PPSM Magelang

4

1

0

3

3-12

2

3

PSIA Ambarawa

4

1

0

3

3-12

2

: Semifinal Distrik

 

 

Hasil Pertandingan

Juli 1941

PPSM Magelang 1-5 PSIM Djokjakarta

 

Agustus 1941

PSIM Djokjakarta 3-1 PSIA Ambarawa

 

Agustus 1941

PSIA Ambarawa 2-1 PPSM Magelang

 

Agustus 1941

PSIA Ambarawa 0-8 PSIM Djokjakrta

 

13 September 1941 - Semarang

PSIM Djokjakarta 5-1 PPSM Magelang

 

1941

PSIA Ambarawa (K)-(M) PPSM Magelang[9]

 

Final Distrik Djawa Tengah I

 

PSKS Keboemen

1

PSIM Djokjakarta

6

 

 

PSIM Djokjakarta

2

 

PPSM Magelang

1

PPSM Magelang

8

PSIK Klaten

3

: Babak Final (Stedenwedstrijden)

 

Hasil Pertandingan

Semifinal Distrik

 

2 November 1941 - Keboemen

PSKS Keboemen 1-6 PSIM Djokjakarta

 

2 November 1941 - Magelang

PPSM Magelang 8-3 PSIK Klaten

 

Final Distrik

 

Desember 1941 - Djokjakarta

PSIM Djokjakarta 2-1 PPSM Magelang

 

Distrik Djawa Tengah II

 

Klasemen Akhir Afdeeling V

 

Pos

Tim

M

M

S

K

SG

P

1

PSIS Semarang

4

3

1

0

21-6

7

2

VIP Pekalongan

4

2

1

1

10-8

5

3

PSISA Salatiga

4

0

0

4

0-17

0

: Final Distrik

 

 

Hasil Pertandingan

Juli 1941

PSISA Salatiga 0-7 PSIS Semarang

 

Agustus 1941

VIP Pekalongan 2-4 PSIS Semarang

 

Agustus 1941

PSISA Salatiga 0-2 VIP Pekalongan

 

September 1941 - Semarang

PSIS Semarang 6-0 PSISA Salatiga

 

September 1941 - Semarang

VIP Pekalongan 2-0 PSISA Salatiga

 

September 1941 - Semarang

PSIS Semarang 4-4 VIP Pekalongan

 

Klasemen Akhir Afdeeling VI[10]

 

Pos

Tim

M

M

S

K

SG

P

1

Persis Solo

3

3

0

0

15-1

6

2-3

PSIK Klaten

2

0

1

1

0-4

1

Ksatrya Sragen

3

0

1

2

1-11

1

: Final Distrik

 

 

Hasil Pertandingan

Juli 1941

PSIK Klaten 0-4 Persis Solo

 

Agustus 1941

Persis Solo 7-0 Ksatrya Sragen

 

1941

Ksatrya Sragen 0-0 PSIK Klaten

 

1941

Ksatrya Sragen 1-4 Persis Solo

 

1941

Persis Solo vs PSIK Klaten[11]

 

1941

PSIK Klaten vs Ksatrya Sragen[12]

 

Final Distrik Djawa Tengah II

 

PSIS Semarang

0

1

Persis Solo

2

4

: Babak Final (Stedenwedstrijden)

 

 

Hasil Pertandingan

2 November 1941 - Semarang

PSIS Semarang 0-2 Persis Solo

 

Desember 1941 - Semarang

Persis Solo 4-1 PSIS Semarang

 

Distrik Djawa Timoer

 

Klasemen Akhir Afdeeling VII[13]

 

Pos

Tim

M

M

S

K

SG

P

1

PSBI Blitar

3

3

0

0

8-1

6

2-3

Rens Bodjonegoro

2

1

0

1

3-3

2

PSM Madioen

3

0

0

3

2-9

0

: Final Distrik

 

 

Hasil Pertandingan

Juli 1941

PSBI Blitar 2-0 Rens Bodjonegoro

 

Agustus 1941 - Bodjonegoro

Rens Bodjonegoro 3-1 PSM Madioen

 

9 November 1941 - Madioen

PSM Madioen 0-4 PSBI Blitar

 

1941

PSBI Blitar 2-1 PSM Madioen

 

1941

PSM Madioen vs Rens Bodjonegoro[14]

 

1941

Rens Bodjonegoro vs PSBI Blitar[15]

 

Klasemen Akhir Afdeeling VIII

 

Pos

Tim

M

M

S

K

SG

P

1

Persibaja Soerabaja

2

2

0

0

10-2

4

2

Persim Malang

2

0

0

2

2-10

0

: Final Distrik

 

 

Hasil Pertandingan

Juli 1941 - Soerabaja

Persibaja Soerabaja 5-0 Persim Malang

 

1941

Persim Malang 2-5 Persibaja Soerabaja

 

Final Distrik Djawa Timoer[16]

 

PSBI Blitar

1

Persibaja Soerabaja

2

: Babak Final (Stedenwedstrijden)

 

Hasil Pertandingan

8 Desember 1941 - Blitar

Wasit: Widodo Sastrodiningrat

PSBI Blitar 1-2 Persibaja Soerabaja

Babak Final (Stedenwedstrijden):

 

Klasemen Akhir

 

Pos

Tim

M

M

S

K

SG

P

RG

1

PSIM Djokjakarta 🏆

3

2

0

1

7-4

4

 

2

Persis Solo

3

1

1

1

5-6

3

0,83

3

Persibaja Soerabaja

3

1

1

1

4-5

3

0,80

4

Persipo Poerwakarta

3

0

2

1

3-4

2

 

🏆

: Juara

 

Hasil Pertandingan

 

Voorwedstrijden

5 Desember 1942 - Stadion Tambaksari, Soerabaja

Wasit: Soekarmin

Persibaja Soerabaja 1-4 PSIM Djokjakarta

Pencetak Gol: Nasoetion (1-3) - Gilik (0-1), Djawad (0-2), (1-4), Soediro (0-3)

 

7 Desember 1942 - Stadion Tambaksari, Soerabaja

Wasit: Soeleman

Persis Solo 2-2 Persipo Poerwakarta

Pencetak Gol: Marno (1-1), Marso (2-1) - Isaak Pattiwael (0-1), (2-2)

 

8 Desember 1942 - Stadion Tambaksari, Soerabaja

Persibaja Soerabaja 2-0 Persis Solo

 

Kampioneswedstrijden

12 Februari 1943 - Stadion Kridasana, Djokjakarta

Penonton: ±10.000

Wasit: Soekarmin

PSIM Djokjakarta 1-0 Persipo Poerwakarta

Pencetak Gol: Soekardjo (1-0)

 

13 Februari 1943 - Stadion Kridasana, Djokjakarta

Wasit: Djoewahir

Persibaja Soerabaja 1-1 Persipo Poerwakarta

Pencetak Gol: Pardi (1-0) - Soeha (1-1)

 

15 Februari 1943 - Stadion Kridasana, Djokjakarta

PSIM Djokjakarta 2-3 Persis Solo

Pencetak Gol: Soediro (1-0), Kartawa (2-3, pen.) - Arman (1-1), (1-2), Jazid (1-3)

Hasil Akhir:

 

Tim Tiga Besar

PSIM Djokjakarta 🏆

Persis Solo 🥈

Persibaja Soerabaja 🥉

Juara:

 

🏆 PSIM Djokjakarta

 

Skuad PSIM Djokjakarta 1941-1943[17]

 

 

Pos

Nama Pemain

GK

Wardono

GK

Noegroho

DF

Wardi

DF

Samboedi

DF

Soewandi

MF

Soejoto

MF

Soewondo

MF

Soekirman

MF

Soeparno

MF

Ali

MF

Theroes

FW

Naroechman

FW

Soediro

FW

Djawad

FW

Gilik

FW

Wadjiz

FW

Soekardjo

FW

Sarwaka

FW

Kartawa

Koreksi Terhadap Kekeliruan Catatan Juara Persis Solo 1942-1943:[18]

 

Klaim bahwa Persis Solo keluar sebagai juara pada musim 1942 dan 1943 pertama kali muncul dalam buku Kenang-kenangan PSSI 50 Tahun (1930-1980). Dokumen resmi terbitan PSSI pada era-era sebelumnya seperti buku PSSI 25 Tahun (1930-1955), PSSI 30 Tahun (1930-1960), dan 35 Tahun PSSI (1950-1965), sama sekali tidak pernah mencantumkan nama pemenang pada daftar juara untuk tahun 1942 dan 1943. Munculnya discrepancy (ketidaksesuaian data) atau anakronisme sejarah pada buku Kenang-kenangan PSSI 50 Tahun (1930-1980) tersebut mengindikasikan kuat bahwa penulisnya tidak melakukan verifikasi mendalam terhadap sumber primer yang tersedia. Hal ini sejalan dengan beberapa kekeliruan kronis lain di buku yang sama, seperti salah mencatat lokasi final dan runner-up musim 1933-1934 dimana di dalam buku tersebut tertulis bahwa lokasi final diselenggarakan di Bandung dan Persib Bandung menjadi runner-up. Namun faktanya runner-up diraih oleh Persis Solo dan lokasi babak final di Stadion Sriwedari, Surakarta, serta hilangnya catatan kompetisi musim 1967-1969 yang meloloskan PSMS Medan ke Turnamen Klub Juara Asia 1970 (sekarang Liga Champions Asia Elit AFC).

 

Petunjuk paling benderang yang membongkar kekeliruan tersebut adalah catatan dalam buku Kenang-kenangan PSSI 50 Tahun (1930-1980) yang menyebutkan Surabaya sebagai tuan rumah 1942 dan Yogyakarta sebagai tuan rumah 1943. Melalui penelusuran dokumen sezaman, data tersebut nyatanya merujuk pada rangkaian babak final dari satu musim kompetisi tunggal yang dimulai dari babak distrik sejak Juli 1941. Penulis buku secara keliru memecah satu rangkaian babak final utuh yang sengaja dibagi menjadi dua tahap, yakni pertandingan pendahuluan (voorwedstrijden) pada 5-8 Desember 1942 di Stadion Tambaksari, Surabaya, dan pertandingan penentu juara (kampioenswedstrijden) pada 12-15 Februari 1943 di Stadion Kridasana, Yogyakarta, menjadi dua musim kompetisi terpisah yang berdiri sendiri. Berdasarkan akumulasi poin dan rasio gol dari seluruh rangkaian pertandingan yang terlaksana di Surabaya dan Yogyakarta tersebut, PSIM Yogyakarta secara sah keluar sebagai Juara Tunggal dari kompetisi lintas tahun PSSI 1941-1943. Dengan demikian, catatan sejarah mengenai adanya dua musim kompetisi terpisah pada tahun 1942 dan 1943 secara kronologis dan historis tidak valid, karena fakta dokumen sezaman membuktikan bahwa keduanya merupakan satu kesatuan kompetisi utuh yang sempat terbelah oleh pecahnya Perang Pasifik dan invasi militer Jepang ke tanah air.

Catatan:

[1] Informasi mengenai Babak Distrik di Afdeeling I tidak terdokemntasi secara lengkap dalam sumber yang ada. Catatan yang tersedia sejauh ini hanya memuat sejumlah hasil pertandingan, serta konfirmasi bahwa Persipo Poerwakarta menjadi Juara Afdeeling I. Klasemen disusun berdasarkan informasi yang tersedia.

[2] Hasil pertadingan antara Persibo Bogor dan VIJ Djakarta tidak diketahui.

[3] Informasi mengenai Babak Distrik di Afdeeling II tidak terdokemntasi secara lengkap dalam sumber yang ada. Catatan yang tersedia sejauh ini hanya memuat sejumlah hasil pertandingan, serta konfirmasi bahwa Persib Bandoeng menjadi Juara Afdeeling II. Klasemen disusun berdasarkan informasi yang tersedia.

[4] Hasil pertandingan antara PSIT Tjirebon dan Persitas Tasikmalaja tidak diketahui.

[5] Pertandingan final Distrik Djawa Barat awalnnya dirancang menggunakan format dua pertandingan (kandang-tandang). Namun, menyusul pecahnya Perang Pasifik, pada 8 Desember 1941 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan maklumat mobilisasi militer umum (Algemeene Mobilisatie) yang melumpuhkan seluruh agenda olahraga di tanah air. Akibat situasi darurat tersebut, pertandingan final Distrik Djawa Barat hanya sempat digelar satu kali, dan Persipo Poerwakarta kemudian ditetapkan sebagai Juara Distrik Djawa Barat.

[6] Informasi mengenai Babak Distrik di Afdeeling III tidak terdokemntasi secara lengkap dalam sumber yang ada. Catatan yang tersedia sejauh ini hanya memuat sejumlah hasil pertandingan. Tidak jelas apakah pertandingan kedua antara Bond Poerworedjo dan PSKS Keboemen dilaksanakan atau tidak, namun informasi yang tersedia menunjukan bahwa kedua tim di Afdeeling III lolos ke semifinal distrik dimana seharusnya hanya tim terbaik saja yang lolos kefinal distrik. Klasemen disusun berdasarkan informasi yang tersedia.

[7] Hasil pertandingan antara Bond Poerworedjo dan PSKS Keboemen tidak diketahui.

[8] Informasi mengenai Babak Distrik di Afdeeling IV tidak terdokemntasi secara lengkap dalam sumber yang ada. Catatan yang tersedia sejauh ini hanya memuat sejumlah hasil pertandingan, serta konfirmasi bahwa PSIM Djokjakarta menjadi Juara Afdeeling IV. Namun, karena keputusan PSSI mengirimkan dua tim dari Afdeeling III berdampak pada Afdeeling IV yang ikut mengirimkan dua wakil, maka PPSM Magelang selaku peringkat kedua berhak lolos ke Semifinal Distrik bersama PSIM Djokjakarta. Klasemen disusun berdasarkan informasi yang tersedia.

[9] Skor akhir pertandingan antara PSIA Ambarawa dan PPSM Magelang tidak diketahui. Namun, melihat struktur kompetisi di mana PPSM Magelang berhasil lolos ke babak semifinal distrik, pertandingan ini dipastikan dimenangkan oleh PPSM Magelang.

[10] Informasi mengenai Babak Distrik di Afdeeling VI tidak terdokemntasi secara lengkap dalam sumber yang ada. Catatan yang tersedia sejauh ini hanya memuat sejumlah hasil pertandingan, serta konfirmasi bahwa Persis Solo menjadi Juara Afdeeling VI. Klasemen disusun berdasarkan informasi yang tersedia.

[11] Hasil pertandingan antara Persis Solo dan PSIK Klaten tidak diketahui.

[12] Hasil pertandingan antara PSIK Klaten dan Ksatrya Sragen tidak diketahui.

[13] Informasi mengenai Babak Distrik di Afdeeling VII tidak terdokemntasi secara lengkap dalam sumber yang ada. Catatan yang tersedia sejauh ini hanya memuat sejumlah hasil pertandingan, serta konfirmasi bahwa PSBI Blitar menjadi Juara Afdeeling VII. Klasemen disusun berdasarkan informasi yang tersedia.

[14] Hasil pertandingan antara PSM Madioen dan Rens Bodjonegoro tidak diketahui.

[15] Hasil pertandingan antara Rens Bodjonegoro dan PSBI Blitar tidak diketahui.

[16] Pertandingan final Distrik Djawa Timoer awalnnya dirancang menggunakan format dua pertandingan (kandang-tandang). Namun, menyusul pecahnya Perang Pasifik, pada 8 Desember 1941 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan maklumat mobilisasi militer umum (Algemeene Mobilisatie) yang melumpuhkan seluruh agenda olahraga di tanah air. Akibat situasi darurat tersebut, pertandingan final Distrik Djawa Timoer hanya sempat digelar satu kali, dan Persibaja Soerabaja kemudian ditetapkan sebagai Juara Distrik Djawa Timoer.

[17]  Pada masa pendudukan Jepang, status warga negara Hindia Belanda (Nederlandsch-Indische onderdaan) secara administrasi dihilangkan. Para pemain pribumi yang beraffiliasi ke PSSI kehilangan status hukum lamanya dan secara administratif dikategorikan secara mengambang sebagai 'Masyarakat Setempat' (Inmin) atau 'Orang Indonesia', tanpa pernah diberikan status kewarganegaraan resmi Kekaisaran Jepang.

[18] Khusus pada sub-bab koreksi sejarah ini, penulisan nama kota dan tim sengaja disesuaikan dengan ejaan modern (seperti Yogyakarta dan PSIM Yogyakarta) guna memudahkan pemahaman pembaca saat ini dalam melakukan komparasi data. Adapun untuk bagian pembahasan kronologi jalannya kompetisi, penggunaan ejaan asli sezaman (seperti Djokjakarta, Soerabaja, Poerwakarta dan lainnya) tetap dipertahankan sepenuhnya demi menjaga otentisitas dan meningkatkan kesan historis dokumen.

Referensi:

 

(1) Asia Raya

(2) Bataviaasch Nieuwsblad

(3) Panjebar Semangat

(4) Sipatahoenan

(5) Soeara Asia

Arsip disusun oleh Supriyanto.

Kompilasi Musim 1941-1943

Kompetisi Kasta Pertama

Back To Top