Arsip Kompetisi Sepak Bola Nasional Sejak Era Hindia Belanda Hingga Indonesia Modern. Menyajikan Format, Hasil Kompetisi, Penghargaan dan Sejarah Faktual.

Stedenwedstrijden PSSI 1933-1934

Kompetisi sepak bola antarkota bangsa Indonesia, Stedenwedstrijden, kembali digelar oleh PSSI pada musim 1933-1934 dengan Soerakarta sebagai tuan rumah utama. Persaingan musim ini terasa jauh lebih semarak dan bergengsi seiring melonjaknya jumlah peserta hingga mencapai 15 bond dari berbagai daerah. Kehadiran berbagai perwakilan kota ini tak hanya memperketat perebutan gelar, tetapi juga menjadikan kompetisi sebagai panggung utama bagi tiap bond untuk membuktikan kemampuannya, sekaligus menjadi pemantik utama yang membakar semangat kebanggaan bangsa Indonesia di tengah era kolonial Hindia Belanda.

Peserta:

 

Babak Final

 

PSM Madioen

SIVB Soerabaja

VIJ Djakarta

Persis Solo[1]

 

Babak Distrik

 

Persits Tegal[2]

PPSBI Pasoeroean

PPSM Magelang

PPVIM Meester Cornelis

PSBID Djombang

PSIB Bandoeng

PSIM Malang

PSIM Djokjakarta

PSIS Semarang[3]

PSISA Salatiga

PSTS Tasikmalaja

Format Kompetisi:

 

Kompetisi ini terdiri atas tiga tahap. Tahap pertama adalah Babak Distrik (districtswedstrijden) yang dibagi menjadi tiga distrik, yatu: Distrik West Java, Distrik Midden Java, dan Distrik Oost Java. Menggunakan sistem round-robin di mana setiap tim bertanding satu kali melawan tim lainnya. Tim terbaik dari setiap distrik melaju langsung ke Babak Final (stedenwedstrijden), sedangkan peringkat kedua dari setiap distrik harus melalui tahap kedua yaitu Babak Play-Off (voorwedstrijden). Pada Babak Play-Off (voorwedstrijden) yang juga menggunakan sistem round-robin, setiap tim bertanding satu kali melawan tim lainnya. Seluruh hasil pertandingan dikumulasikan dalam satu klasemen umum, dan tim yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak berhak menyusul ke tahap akhir yaitu Babak Final (stedenwedstrijden). Babak Final menggunakan sistem round-robin yang terbagi dalam dua bagian, yaitu: pertandingan awal (voorwedstrijden) dan pertandingan penentuan juara (kampioenswedstrijden). Setiap tim bertanding satu kali melawan tim lainnya. Seluruh hasil pertandingan dikumulasikan dalam satu klasemen umum, dan tim yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak dinyatakan sebagai juara. Seluruh pertandingan diselenggarakan di bebagai kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah dengan pertandingan penentuan juara (kampioenswedstrijden) diselenggarakan di Stadion Sriwedari, Soerakarta.

Jadwal Kompetisi:[4]

 

Babak Distrik: 1933- 1934

Babak Play-Off: 31 Maret-2 April 1934.

Babak Final: Mei-25 Juni 1934.

Babak Distrik (Districtswedstrijden):

 

Klasemen Akhir Distrik West Java[5]

 

Pos

Tim

M

M

S

K

SG

P

1

VIJ Djakarta

?

?

?

?

?

?

2

PPVIM Meester Cornelis

?

?

?

?

?

?

3

PSTS Tasikmalaja

?

?

?

?

?

?

4

Persits Tegal

?

?

?

?

?

?

5

PSIB Bandoeng

?

?

?

?

?

?

: Babak Final (Stedenwedstrijden)

 

  : Babak Play-Off (Voorwedstrijden)

Hasil Pertandingan[6]

4 November 1933 - Tegallega Sportpark, Bandoeng

Wasit: Karto

PSIB Bandoeng 1-3 PPVIM Meester Cornelis

 

3 Desember 1933 - VIJ-Veld, Batavia

VIJ Djakarta 4-0 PSIB Bandoeng

Pencetak Gol: Soenarjo (1-0), (3-0), Hoedoro (2-0), Soenarto (4-0, pen.)

 

3 Maret 1934 - Tegallega Sportpark, Bandoeng

Wasit: Salikin

PSIB Bandoeng 3-3 Persits Tegal[7]

Pencetak Gol: Handa (1-1), Assan (2-1), Epeng (3-3) - Soedjai (0-1), Roehadi (2-2), (tidak tercatat) (2-3)

 

Klasemen Akhir Distrik Midden Java[8]

 

Pos

Tim

M

M

S

K

SG

P

1

Persis Solo

?

?

?

?

?

?

2

PSIM Djokjakarta

?

?

?

?

?

?

3-5

PPSM Magelang

?

?

?

?

?

?

PSIS Semarang

?

?

?

?

?

?

PSISA Salatiga

?

?

?

?

?

?

: Babak Final (Stedenwedstrijden)

 

  : Babak Play-Off (Voorwedstrijden)

Klasemen Akhir Distrik Oost Java[9]

 

Pos

Tim

M

M

S

K

SG

P

1

SIVB Soerabaja

?

?

?

?

?

?

2

PSM Madioen

?

?

?

?

?

?

3-5

PPSBI Pasoeroean

?

?

?

?

?

?

PSBID Djombang

?

?

?

?

?

?

PSIM Malang

?

?

?

?

?

?

: Babak Final (Stedenwedstrijden)

 

  : Babak Play-Off (Voorwedstrijden)

Hasil Pertandingan[10]

16 September 1933

PSM Madioen 6-1 PSBID Djombang

Babak Play-Off (Voorwedstrijden):

 

Klasemen Akhir[11]

 

Pos

Tim

M

M

S

K

SG

P

RG

1

PSM Madioen

2

1

0

1

2-2

2

1,00

2-3

PPVIM Meester Cornelis

2

1

0

1

3-3

2

1,00

PSIM Djokjakarta

2

1

0

1

2-2

2

1,00

: Babak Final (Stedenwedstrijden)

 

 

Hasil Pertandingan

31 Maret 1934 - Asri-Veld, Djokjakarta

PPVIM Meester Cormelis 2-1 PSIM Djokjakarta

 

1 April 1934 - Asri-Veld, Djokjakarta

PPVIM Meester Cormelis 1-2 PSM Madioen

 

2 April 1934 - Asri-Veld, Djokjakarta

PSM Madioen 0-1 PSIM Djokjakarta

Babak Final (Stedenwedstrijden):

 

Klasemen Akhir

 

Pos

Tim

M

M

S

K

SG

P

1

VIJ Djakarta 🏆

3

2

1

0

8-3

5

2

Persis Solo

3

2

0

1

8-7

4

3

SIVB Soerabaja

3

0

2

1

6-7

2

4

PSM Madioen

3

0

1

2

3-11

1

 

🏆

: Juara

 

Hasil Pertandingan

 

Voorwedstrijden

Mei 1934 - Soerabaja

SIVB Soerabaja 2-2 PSM Madioen

 

20 Mei 1934 - VIJ-Veld, Batavia

VIJ Djakarta 2-0 Persis Solo

 

Kampioenswedstrijden

22 Juni 1934 - Stadion Sriwedari, Soerakarta

Persis Solo 5-0 PSM Madioen

 

23 Juni 1934 - Stadion Sriwedari, Soerakarta

PSM Madioen 1-4 VIJ Djakarta

 

24 Juni 1934 - Stadion Sriwedari, Soerakarta

VIJ Djakarta 2-2 SIVB Soerabaja

 

25 Juni 1934 - Stadion Sriwedari, Soerakarta

Persis Solo 3-2 SIVB Soerabaja

Hasil Akhir:

 

Tim Tiga Besar

VIJ Djakarta 🏆

Persis Solo 🥈

SIVB Soerabaja 🥉

Juara:

 

🏆 VIJ Djakarta

 

Skuad VIJ Djakarta 1933-1934[12]

 

(Sumber Foto: Pemandangan)

 

Pos

Nama Pemain

GK

🇳🇱 Tobing

DF

🇳🇱 Rachim

DF

🇳🇱 Boeang

MF

🇳🇱 Machmoed

MF

🇳🇱 Affendi

MF

🇳🇱 Saleh

FW

🇳🇱 Boengboeng

FW

🇳🇱 Hoedoro

FW

🇳🇱 Soenarto

FW

🇳🇱 Soeharna

FW

🇳🇱 Enoch

Catatan:

[1] VVB Solo (Vorstenlandsche Voetbalbond) resmi berganti nama menjadi Persis Solo (Persatoean Sepak Raga Indonesia Soerakarta). Pergantian nama ini berkaitan erat dengan semangat nasioanlisme dan identitas kebangsaan serta sejalan dengan amanat Kongres PSSI ke-II tahun 1932 di Batavia yang mengimbau seluruh bond anggota PSSI untuk menggunakan bahasa Indonesia.

[2] Persits Tegal dalam sumber lain disebut juga dengan nama lamanya yaitu VIT Tegal (Voetbalbond Indonesia Tegal). Pergantian nama ini berkaitan erat dengan semangat nasioanlisme dan identitas kebangsaan serta sejalan dengan amanat Kongres PSSI ke-II tahun 1932 di Batavia yang mengimbau seluruh bond anggota PSSI untuk menggunakan bahasa Indonesia.

[3] VIS Semarang (Voetbalbond Indonesia Semarang) resmi berganti nama menjadi PSIS Semarang (Persatoean Sepak Raga Indonesia Semarang). Pergantian nama ini berkaitan erat dengan semangat nasioanlisme dan identitas kebangsaan serta sejalan dengan amanat Kongres PSSI ke-II tahun 1932 di Batavia yang mengimbau seluruh bond anggota PSSI untuk menggunakan bahasa Indonesia.

[4] Jadwal rinci Babak Distrik tidak diketahui secara pasti. Namun, dapat dipastikan bahwa babak distrik sudah dimulai sejak 1933, karena terdapat dokumentasi pertandingan di distrik Oost Java pada 16 September 1933.

[5] Data mengenai hasil pertandingan dan jumlah gol tidak tercantum dalam sumber yang ada, informasi yang digunakan bersumber dari laporan klasemen akhir Distrik West Java.

[6] Hasil pertandingan yang diketahui.

[7] Pertandingan antara PSIB Bandoeng dan Persits Tegal pada 3 Maret 1934 di Tegallega Sportpark, Bandoeng, awalnya berakhir dengan skor 4-3 untuk kemenangan PSIB Bandoeng dimana gol keempat dicetak oleh Handa. Namun pasca pertandingan, Persits Tegal mengajukan protes atas gol keempat karena dianggap offside. Pada hari pertandingan sendiri sempat ada ketegangan antara wasit dan hakim garis, dimana hakim garis menyatakan gol keempat PSIB Bandoeng tidak sah karena offside, sedangkan wasit utama Salikin jusru mengesahkan gol tersebut. PSSI kemudian memutuskan untuk membatalkan gol keempat PSIB Bandoeng dan merubah hasil pertandingan menjadi 3-3.

[8] Data mengenai hasil pertandingan dan jumlah gol di Distrik Midden Java tidak tercantum dalam sumber yang ada, informasi yang tersedia menyatakan bahwa Persis Solo lolos ke babak final, sedangkan PSIM Djokjakarta masuk ke babak play-off (voorwedstrijden).

[9] Data mengenai hasil pertandingan dan jumlah gol di Distrik Oost Java tidak tercantum dalam sumber yang ada, informasi yang tersedia menyatakan bahwa SIVB Soerabaja lolos ke babak final, sedangkan PSM Madioen masuk ke babak play-off (voorwedstrijden).

[10] Hasil pertandingan yang diketahui.

[11] Karena ketiga tim memiliki jumlah poin dan rasio gol yang sama pada babak play-off, penentuan tim yang lolos ke babak final (stedenwedstrijden) dilakukan melalui undian. PSM Madioen keluar sebagai pemenang undian dan berhak melaju ke babak final (stedenwedstrijden).

[12]  Pada masa pra-kemerdekaan Indonesia, seluruh pemain yang berafiliasi dengan PSSI secara hukum dan administrasi berstatus sebagai warga negara Hindia Belanda (Nederlandsch-Indische onderdaan).

Referensi:

 

(1) Bintang Timoer

(2) De Koerier

(3) Pemandangan

(4) Sipatahoenan

Back To Top