Arsip Kompetisi Sepak Bola Nasional Sejak Era Hindia Belanda Hingga Indonesia Modern. Menyajikan Format, Hasil Kompetisi, Penghargaan dan Sejarah Faktual.

Stedenwedstrijden HNVB 1935

Kompetisi sepak bola antarkota etnis Tionghoa di Hindia Belanda, Stedenwedstrijden Tionghoa atau Chineesche Stedenwedstrijden, kembali digelar oleh HNVB pada tahun 1935 dengan Batavia sebagai tuan rumah utama. Kompetisi ini tetap menjadi ajang bergengsi bagi tim-tim etnis Tionghoa dari berbagai kota, meski suasana sepak bola Hindia Belanda saat itu sedang tidak menentu.

 

Pada masa yang sama, NIVB sebagai federasi resmi sepak bola Hindia Belanda tengah dilanda konflik internal hingga kompetisi Stedenwedstrijden NIVB 1934-1935 dibatalkan. Kekacauan tersebut juga berimbas pada federasi anggota, termasuk HNVB. Namun alih-alih ikut terhenti, Stedenwedstrijden HNVB justru tampil sebagai simbol konsistensi dan kemandirian. Bahkan, di sela penyelenggaraan babak final, HNVB menggelar rapat umum penting yang menghasilkan keputusan bersejarah, yaitu mengikuti jejak federasi-federasi lokal lain untuk keluar dari NIVB.

Peserta:

 

Babak Final

 

THH Pekalongan

Tiong Hoa Soerabaja

UMS Batavia

 

Babak Distrik

 

HCTNH Blitar

HCTNH Djokjakarta

Union Semarang

YMA Soekboemi

YMC Bandoeng

YNH Cheribon

Format Kompetisi:

 

Kompetisi terdiri dari dua tahap utama, yaitu babak distrik dan babak final. Babak distrik diselenggarakan di tiga distrik utama, yaitu Distrik West Java, Distrik Midden Java dan Distrik Oost Java dengan sistem gugur dimana tim terbaik dari setiap distrik melaju ke babak final. Babak final menggunakan sistem round-robin, dimana setiap tim bertanding satu kali melawan dua tim lainnya. Seluruh hasil pertandingan dikumulasi dalam satu klasemen umum. Tim yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak dinyatakan sebagai juara. Seluruh pertandingan pada babak final diselenggarakan di UMS-Veld, Batavia, sementara babak distrik digelar di beberapa kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah.

Jadwal Kompetisi:

 

Babak Distrik: 10 Februari-31 Maret 1935.

Babak Final: 19-21 April 1935.

Babak Distrik (Districtswedstrijden):

 

Distrik West Java

 

Bagan Kompetisi

 

Semifinal

Final

10 Februari 1935 - Batavia

UMS Batavia

4

YMA Soekaboemi

1

3 Maret 1935 - Batavia

UMS Batavia

1

YMC Bandoeng

1

YMC Bandoeng

bye

: Babak Final (Stedenwedstrijden)

 

 

Hasil Pertandingan

10 Februari 1935 - UMS-Veld, Batavia

UMS Batavia 4-1 YMA Soekaboemi

Pencetak Gol: Eng Siang (1-1), Tjiap Hie (2-1), (3-1), Kok San (4-1) - Cheng Tie (0-1)

 

3 Maret 1935 - UMS-Veld, Batavia

UMS Batavia 1-1 YMC Bandoeng[1]

 

Distrik Midden Java

 

Bagan Kompetisi

 

Semifinal

Final

Union Semarang

bye

31 Maret 1935 - Semarang

Union Semarang

2

10 Februari 1935 - Pekalongan

THH Pekalongan

5

THH Pekalongan

2

YNH Cheribon

1

: Babak Final (Stedenwedstrijden)

 

 

Hasil Pertandingan

10 Februari 1935 - Pekalongan

THH Pekalongan 2-1 YNH Cheribon (p.w.)

 

31 Maret 1935 - Semarang

Wasit: De Wilde

Union Semarang 2-5 THH Pekalongan

Pencetak Gol: Tiang Lok (1-2), Ngo Siang (2-5) - Hap Tjhouw (0-1), (1-3), Goan Kee (0-2), (1-4)

Hoaij Sien (1-5)

 

Distrik Oost Java

 

Bagan Kompetisi

 

Semifinal

Final

10 Februari 1935 - Soerabaia

Tiong Hoa Soerabaja

12

HCTNH Blitar

1

17 Maret 1935 - Soerabaja

Tiong Hoa Soerabaja

9

HCTNH Djokjakarta

2

HCTNH Djokjakarta

bye

: Babak Final (Stedenwedstrijden)

 

 

Hasil Pertandingan

10 Februari 1935 - Soerabaja

Tiong Hoa Soerabaja 12-1 HCTNH Blitar

Pencetak Gol: Soen Djien (1-0), Tio Hian Gwan (2-0), (4-0), (7-0), (10-0), (11-0), (12-0), Tjing Tik (3-0), Siauw Ling (5-0), (6-0), (8-0), (9-0) - Wie Bo (12-1)

 

17 Maret 1935 - Soerabaja

Wasit: Van Hooydonk

Tiong Hoa Soerabaja 9-2 HCTNH Djokjakarta[2]

Pencetak Gol: Tio Hian Gwan (1-0),(6-1), (7-2), Ing Haw (2-0), Tjiang Tik (3-0), Tan Hong Djien (4-0), Siauw Ling (5-0), (8-2), (9-2) - Tiang Tjhoen (5-1), (tidak tercatat) (6-2, pen.)

Babak Final (Stedenwedstrijden):

 

Klasemen Akhir

 

#

Tim

M

M

S

K

SG

P

1

UMS Batavia 🏆

2

2

0

0

6-1

4

2

Tiong Hoa Soerabaja

2

1

0

1

6-4

2

3

THH Pekalongan

2

0

0

2

2-9

0

🏆

: Juara

 

Hasil Pertandingan

19 April 1935 - UMS-Veld, Batavia

Wasit: Hagenaar

UMS Batavia 3-1 THH Pekalongan

Penceatk Gol: Giok Sien (1-0), (2-0), (3-1) - Tjie Liang (2-1)

 

20 April 1935 - UMS-Veld, Batavia

Wasit: Hagenaar

THH Pekalongan 1-6 Tiong Hoa Soerabaja

Pencetak Gol: Goan Kee (1-0) - Sie Lok (1-1), (1-5), (1-6), Siauw Ling (1-2) - Soen Djin (1-3), (1-4)

 

21 April 1935 - UMS-Veld, Batavia

Wasit: Hagenaar

UMS Batavia 3-0 Tiong Hoa Soerabaja

Pencetak Gol: Eng Tiong (1-0), (2-0), Giok Sien (3-0)

Hasil Akhir:

 

Tim Tiga Besar

UMS Batavia 🏆

Tiong Hoa Soerabaja 🥈

THH Pekalongan 🥉

Juara:

 

🏆 UMS Batavia

 

Skuad UMS Batavia 1935[3]

 

#

Nama Pemain

GK

Thio Kioe Sen

DF

Oeij Giok Seng

DF

Thio Kek Boo

MF

Soen Liang

MF

Oen Hoa

MF

Kwee Sing Tjoe

MF

Siong Tjoan

FW

Huang Kwai Shun

FW

Eng Siang

FW

Giok Sien

FW

Eng Tiong

FW

Kok Siang

FW

Bok Hin

FW

Na Kok San

FW

Tjin Tjoan

FW

Tjiap Hie

FW

Tek Oen

Catatan:

[1] Pertandingan antara UMS Batavia dan YMC Bandoeng pada 3 Maret 1935 di Batavia terpaksa dihentikan saat kedudukan imbang 1-1. Laga berjalan sangat keras hingga berujung kerusuhan dan perkelahian antarpemain. Dalam insiden tersebut, pemain YMC Bandoeng, Tan Poe Tjong, yang dianggap sebagai pemicu kerusuhan, langsung diamankan oleh pihak kepolisian. Yang mengejutkan, saat pemeriksaan dilaporkan ditemukan senjata api jenis revolver di dalam saku sang pemain. Menyikapi insiden ini, HNVB mengambil keputusan tegas untuk tidak melanjutkan pertandingan dan menetapkan UMS Batavia lolos ke Babak Final (Stedenwedstrijden) sebagai wakil dari Distrik West Java.

[2] Pertandingan antara Tiong Hoa Soerabaja dan HCTNH Djokjakarta awalnya digelar pada 3 Maret 1935, namun dihentikan saat kedudukan 0-1 untuk keunggulan HCTNH Djokjakarta karena kondisi lapangan yang tidak layak. Pertandingan kemudian dibatalkan dan dijadwalkan ulang serta dimainkan kembali pada 17 Maret 1935 di Soerabaja.

[3] Pada masa pra-kemerdekaan Indonesia, seluruh pemain yang berafiliasi dengan HNVB secara hukum dan administrasi memiliki kewarganegaraan ganda. Mereka berstatus sebagai warga negara Hindia Belanda (Nederlandsch-Indische onderdaan) sekaligus warga negara Tiongkok berdasarkan asas ius sanguinis. Penggunaan bendera disesuaikan dengan status pemain. jika belum pernah membela atau menerima panggilan dari tim nasional Tiongkok, maka bendera yang dicantumkan adalah bendera Hindia Belanda.

Referensi:

 

(1) Sin Tit Po

Back To Top