Arsip Kompetisi Sepak Bola Nasional Sejak Era Hindia Belanda Hingga Indonesia Modern. Menyajikan Format, Hasil Kompetisi, Penghargaan dan Sejarah Faktual.

Stedenwedstrijden PSSI 1931

Kompetisi sepak bola antarkota bangsa Indonesia, Stedenwedstrijden (dalam banyak referensi juga disebut Inlandsche Stedenwedstrijden atau Inheemsche Stedenwedstrijden), kembali digelar, kali ini diselenggarakan oleh Persatoean Sepak Raga Seloeroeh Indonesia (PSSI). Kompetisi ini merupakan kompetisi resmi pertama yang diselenggarakan oleh PSSI setelah pendirian organisasi tersebut pada 19 April 1930 di Djokjakarta.

 

Trofi yang diperebutkan berupa Wisselbeker (piala bergilir) dan sebuah bondsmedaille, yang disumbangkan oleh Raja Kesultanan Soerakarta Hadiningrat, Sri Susuhunan Pakubuwana X. Dukungan dari Sri Susuhunan Pakubuwana X memberikan legitimasi penting bagi PSSI dan menegaskan perhatian kerajaan terhadap perkembangan sepak bola di kalangan pribumi.

 

Sebagai kompetisi resmi pertama PSSI, Stedenwedstrijden menjadi tonggak awal PSSI dalam memutar roda kompetisi antarkota independen bagi kalangan bumiputra. Langkah ini menandai dimulainya tradisi kompetisi berkala PSSI yang kelak membentuk tradisi kompetisi amatir Perserikatan, salah satu pilar utama yang nantinya melebur dengan kompetisi semi-profesional Galatama pada musim 1994-1995 membentuk sistem kompetisi sepak bola nasional Liga Indonesia di era modern.

Peserta:

 

Babak Final

 

PSIM Djokjakarta

VVB Solo

VIJ Djakarta

 

Babak Distrik

 

BIVB Bandoeng

PPSM Magelang

SIVB Soerabaia

Format Kompetisi:

 

Kompetisi ini terdiri atas dua tahap. Tahap pertama adalah Babak Distrik (districtswedstrijden) yang menggunakan sistem gugur dua pertandingan, yang dibagi menjadi tiga distrik utama: Distrik West Java, Midden Java, dan Oost Java. Tiga tim terbaik dari setiap distrik melaju ke tahap kedua, yaitu Babak Final (stedenwedstrijden). Babak Final menggunakan sistem round-robin, di mana setiap tim bertanding satu kali melawan tim lainnya. Seluruh hasil pertandingan dikumulasikan dalam satu klasemen umum, dan tim yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak dinyatakan sebagai juara. Seluruh pertandingan babak final diselenggarakan di Lapangan Selatan Keraton Soerakarta Hadiningrat, Soerakarta.

Jadwal Kompetisi:

 

Babak Distrik: 1931.

Babak Final: 22-24 Mei 1931.

Babak Distrik (Districtswedstrijden):

 

Distrik West Java

 

VIJ Djakarta

3

1

BIVB Bandoeng

1

1

: Babak Final (Stedenwedstrijden)

 

Hasil Pertandingan

(tanggal tidak diketahui)

BIVB Bandoeng 1-3 VIJ Djakarta

 

(tanggal tidak diketahui) - VIJ-Veld, Batavia

Wasit: R.M. Widodo Sastrodiningrat

VIJ Batavia 1-1 BIVB Bandoeng

 

Distrik Midden Java

 

PPSM Magelang

1

1

PSIM Djokjakarta

1

7

: Babak Final (Stedenwedstrijden)

 

Hasil Pertandingan

(tanggal tidak diketahui)

PPSM Magelang 1-1 PSIM Djokjakarta

 

(tanggal tidak diketahui)

PSIM Djokjakarta 7-1 PPSM Magelang

 

Distrik Oost Java

 

VVB Solo

2

1

SIVB Soerabaia

1

0

: Babak Final (Stedenwedstrijden)

 

Hasil Pertandingan

tanggal tidak diketahui)

VVB Solo 2-1 SIVB Soerabaia

 

(tanggal tidak diketahui)

SIVB Soerabaia 0-1 VVB Solo

Babak Final (Stedenwedstrijden):

 

Klasemen Akhir

 

Pos

Tim

M

M

S

K

SG

P

1

VIJ Djakarta 🏆

2

2

0

0

8-2

4

2

PSIM Djokjakarta

2

1

0

1

5-6

2

3

VVB Solo

2

0

0

2

2-7

0

🏆

: Juara

 

Hasil Pertandingan

22 Mei 1931 - Lapangan Selatan Keraton Soerakarta Hadiningrat, Soerakarta

Wasit: R.M. Widodo Sastrodiningrat

VVB Solo 1-4 PSIM Djokjakarta

 

23 Mei 1931 - Lapangan Selatan Keraton Soerakarta Hadiningrat, Soerakarta

Wasit: R.M. Widodo Sastrodiningrat

VIJ Djakarta 5-1 PSIM Djokjakarta

 

24 Mei 1931 - Lapangan Selatan Keraton Soerakarta Hadiningrat, Soerakarta

Wasit: R.M. Widodo Sastrodiningrat

VVB Solo 1-3 VIJ Djakarta

Pencetak Gol: (tidak tercatat) - Moetjitabah (0-1), Soemo (0-2), (0-3)

Hasil Akhir:

 

Tim Tiga Besar

VIJ Djakarta 🏆

PSIM Djokjakarta 🥈

VVB Solo 🥉

Juara:

 

🏆 VIJ Djakarta

 

Skuad VIJ Djakarta 1931[1]

 

Pos

Nama Pemain

GK

🇳🇱 Salikin

DF

🇳🇱 Soetrisno

DF

🇳🇱 Sabeni

DF

🇳🇱 Satia

MF

🇳🇱 Soetarto

MF

🇳🇱 Soekarno

MF

🇳🇱 Basir

FW

🇳🇱 Idris

FW

🇳🇱 Patjar

FW

🇳🇱 Soemo

FW

🇳🇱 Besoes

FW

🇳🇱 Moedjitabah

FW

🇳🇱 Hoedoro

FW

🇳🇱 Djainin

FW

🇳🇱 Sjamsoedin

Catatan:

[1]  Pada masa pra-kemerdekaan Indonesia, seluruh pemain yang berafiliasi dengan PSSI secara hukum dan administrasi berstatus sebagai warga negara Hindia Belanda (Nederlandsch-Indische onderdaan).

Referensi:

 

(1) Algemeen Handelsblad voor Nederlandsch-Indië

(2) Bintang Mataram

(3) Bintang Timoer

(4) De Koerier

(5) persissolo.id

Back To Top