Arsip Kompetisi Sepak Bola Nasional Sejak Era Hindia Belanda Hingga Indonesia Modern. Menyajikan Format, Hasil Kompetisi, Penghargaan dan Sejarah Faktual.

Daftar Juara Nasional Sepak Bola Indonesia 1914-2025

Daftar Juara Nasional Sepak Bola Indonesia (1914-2025)

Sebagian besar publik sepak bola Indonesia mengira bahwa "kejuaraan nasional" baru dimulai sejak PSSI berdiri pada tahun 1930 dan menggelar kompetisi sendiri pada 1931. Namun, kajian sejarah yang lebih mendalam menunjukkan bahwa kompetisi tingkat nasional telah ada sejak 1914. Meskipun Indonesia belum berdiri sebagai negara merdeka pada saat itu, sepak bola sudah diatur secara terorganisir di bawah naungan federasi kolonial.

Apa Itu Juara Nasional?

Juara nasional adalah tim yang menjuarai kompetisi resmi tingkat nasional, baik berupa liga domestik maupun piala domestik, yang diselenggarakan oleh federasi dengan kewenangan mengatur sepak bola di seluruh wilayah negara. Dalam konteks modern, istilah ini umumnya merujuk pada tim yang menjuarai kompetisi utama atau mayor trofi yang diakui federasi resmi, karena gelar ini memberikan hak untuk mewakili negara di kompetisi regional, seperti AFC Champions League.

Dalam konteks sejarah Indonesia, definisi juara nasional mencakup dua jalur legitimasi:

Legitimasi federatif (formal/kelembagaan): kompetisi yang diatur oleh federasi resmi dan diakui secara internasional, termasuk federasi Hindia Belanda (NIVB, NIVU, VUVSI/ISNIS) dari 1914-1950, dan PSSI sejak 1951 hingga sekarang.

Legitimasi nasionalis/historis (sosial-politik): kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI antara 1931-1943, mewakili jaringan klub pribumi dan aspirasi nasional.

Kompetisi Nasional Hindia Belanda (1914-1950)

Sejak 1914, Hindia Belanda yang merupakan cikal bakal Indonesia, menyelenggarakan sebuah kompetisi tingkat nasional yang dikenal sebagai Stedenwedstrijden atau "pertandingan antar-kota". Kompetisi ini awalnya bersifat informal, diatur oleh federasi-federasi kota, dan menjadi ajang utama menentukan tim terbaik di wilayah Hindia Belanda.

Pada 1919, didirikan Nederlandsch-Indische Voetbalbond (NIVB) sebagai federasi resmi, yang mengambil alih pengelolaan Stedenwedstrijden dan menjadikannya kompetisi nasional yang terstruktur. Pada 1924, NIVB resmi bergabung dengan FIFA, memperkuat legitimasi internasional. Stedenwedstrijden berlangsung hingga 1950, diatur oleh NIVB (1920-1935), kemudian NIVU (1936-1948) dan VUVSI/ISNIS (1949-1950).

Awalnya, kompetisi ini eksklusif untuk pemain Eropa, namun sejak akhir 1920-an mulai inklusif, membuka partisipasi bagi pemain Eropa, Indo, Tionghoa dan pribumi, mencerminkan keragaman sosial Hindia Belanda.

Kompetisi Nasional Indonesia (1931-sekarang)

Secara historis, istilah "Indonesia" sudah dikenal dan melekat secara kultural maupun politis ke wilayah Hindia Belanda jauh sebelum kemerdekaan, terutama melalui gerakan kebangsaan dan media massa. Bahkan, tim nasional Hindia Belanda yang tampil di Piala Dunia FIFA 1938 disebut sebagai "Indonesia" oleh media asing, meskipun secara resmi mewakili Hindia Belanda.

PSSI didirikan pada 1930 dan mulai menyelenggarakan kompetisi nasional sejak 1931 untuk tim-tim pribumi. Kompetisi ini memiliki nilai historis karena merepresentasikan perjuangan komunitas pribumi dalam menegaskan identitas nasional dan membangun jaringan antarkota. Antara 1931-1943, kompetisi ini bersifat eksklusif untuk etnis pribumi, dan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk perjuangan menuju kemerdekaan, di mana sepak bola digunakan sebagai sarana memperkuat solidaritas, rasa nasionalisme, dan kesadaran akan hak untuk mandiri dalam bidang olahraga maupun sosial-politik.

Pasca kemerdekaan, PSSI dibangkitkan kembali setelah mati suri di era pendudukan Jepang. Kompetisi PSSI dengan tajuk Kejuaraan Nasional PSSI, dimulai sejak 1951, bersifat inklusif dan menerima pemain dari semua latar belakang (Eropa, Indo, Tionghoa dan pribumi), walaupun secara praktis beberapa tim menghadapi kendala sosial-politik di awal kemerdekaan. Kejuaraan 1951 ini secara federatif menggantikan kompetisi Hindia Belanda, sehingga menjadi lanjutan resmi dari tradisi sepak bola nasional di bawah pengaturan federasi yang sah. PSSI bergabung dengan FIFA pada tahun 1952, memperkuat pengakuan internasional dan membuka peluang partisipasi klub serta tim nasional di kancah regional.

Sejak 1951 hingga 1978, PSSI menyelenggarakan kompetisi nasional bersifat amatir, dikenal sebagai Perserikatan, berbasis tim kota dan tradisi lokal. Pada 1979, muncul Liga Sepak Bola Utama (Galatama), kompetisi semi-profesional yang bertujuan meningkatkan kualitas dan profesionalisme sepak bola Indonesia. Dualisme antara Perserikatan dan Galatama berlangsung hingga 1994, ketika PSSI menyatukan keduanya menjadi Liga Indonesia, membentuk sistem liga nasional terpadu.

Pada 2008, liga ini direstrukturisasi menjadi Indonesia Super League (ISL) sebagai liga profesional modern. Namun, sepak bola Indonesia sempat menghadapi dualisme liga pada periode 2011-2013. Selama periode ini muncul Indonesian Premier League (IPL), yang merupakan kompetisi resmi PSSI, bersamaan dengan ISL versi klub-klub sebelumnya. Situasi ini terjadi akibat konflik internal di tubuh PSSI yang menyebabkan ketidakstabilan dan menurunnya profesionalisme. PSSI kemudian dibekukan oleh FIFA pada 2015 akibat intervensi pemerintah, dan baru kembali normal pada 2017 dengan peluncuran Liga 1, menegaskan kembalinya stabilitas dan profesionalisme kompetisi nasional.

Selain liga domestik, piala domestik juga termasuk kejuaraan nasional yang diselenggarakan oleh PSSI, walaupun belum konsisten. Kompetisi piala domestik pertama yang diselenggarakan PSSI adalah Piala Liga pada 1985, yang hanya diikuti oleh klub-klub Galatama. Setelah penyatuan liga pada 1994, piala domestik sempat vakum, dan akhirnya digulirkan kembali pada tahun 2005 dengan format baru yang lebih inklusif, terbuka bagi klub dari semua tingkatan liga, termasuk klub profesional maupun amatir.

Berikut adalah daftar juara nasional sepak bola Indonesia sejak 1914 hingga 2025. Daftar ini menunjukkan kontinuitas sejarah dari era kolonial hingga modern, menyatukan jalur Hindia Belanda dan Indonesia dalam satu kerangka objektif dan komprehensif. Dengan pengakuan federatif dan historis, catatan ini memberikan gambaran lengkap mengenai perkembangan sepak bola Indonesia, dari Stedenwedstrijden, Perserikatan, Galatama, Liga Indonesia hingga Piala Indonesia modern.

"Klik pada kolom tahun untuk melihat rincian turnamen."

Diperbarui 25 Mei 2025.

DAFTAR JUARA HINDIA BELANDA (1914-1950)

Tahun Kejuaraan Logo Nama Tim Juara
1914 Stedenwedstrijden WJVB Batavia
1915 Stedenwedstrijden WJVB Batavia
1916 Stedenwedstrijden SVB Soerabaia
1917 Stedenwedstrijden SVB Soerabaia
1918 Stedenwedstrijden WJVB Batavia
1919 Stedenwedstrijden WJVB Batavia
1920 NIVB Stedenwedstrijden WJVB Batavia
1921 NIVB Stedenwedstrijden WJVB Batavia
1922 NIVB Stedenwedstrijden SVB Soerabaia
1923 NIVB Stedenwedstrijden WJVB Batavia
1924 NIVB Stedenwedstrijden SVB Soerabaia
1925 NIVB Stedenwedstrijden WJVB Batavia
1926 NIVB Stedenwedstrijden SVB Soerabaia
1927 NIVB Stedenwedstrijden WJVB Batavia
1928 NIVB Stedenwedstrijden SVB Soerabaia
1929 NIVB Stedenwedstrijden VBO Batavia
1930 NIVB Stedenwedstrijden SVB Soerabaia
1931 NIVB Stedenwedstrijden BVB Bandoeng
1932 NIVB Stedenwedstrijden SVB Soerabaja
1933 NIVB Stedenwedstrijden VBO Batavia
1933-1934 NIVB Stedenwedstrijden BVB Bandoeng
1934-1935 NIVB Stedenwedstrijden (dibatalkan)
1935 Stedenwedstrijden VBO Batavia
1936 NIVU Stedenwedstrijden SVB Soerabaja
1936-1937 NIVU Stedenwedstrijden VBBO Bandoeng
1937-1938 NIVU Stedenwedstrijden VBO Batavia
1938-1939 NIVU Stedenwedstrijden VBO Batavia
1939-1940 NIVU Stedenwedstrijden VBO Batavia
1940-1941 NIVU Stedenwedstrijden SVB Soerabaja
1941-1942 NIVU Stedenwedstrijden (dibatalkan)
1946 NIVU Stedenwedstrijden (dibatalkan)
1947 NIVU Stedenwedstrijden VBO Batavia
1948 NIVU Stedenwedstrijden VBO Batavia
1949 VUVSI/ISNIS Stedenwedstrijden SVB/PSS Soerabaja
1949-1950 VUVSI/ISNIS Stedenwedstrijden SVB/PSS Soerabaja

Rekapitulasi Juara Nasional Hindia Belanda (1914-1950)

17 🏆️ (17x Liga) - VBO Batavia[1]

Stedenwedstrijden: 1914, 1915, 1918, 1919, 1920, 1921, 1923, 1925, 1927, 1929, 1933, 1935, 1937-1938, 1938-1939, 1939-1940, 1947, 1948.

12 🏆️ (12x Liga) - SVB Soerabaja[2]

Stedenwedstrijden: 1916, 1917, 1922, 1924, 1926, 1928, 1930, 1932, 1936, 1940-1941, 1949, 1949-1950.

3 🏆️ (3x Liga) - VBBO Bandoeng[3]

Stedenwedstrijden: 1931, 1933-1934, 1936-1937.

DAFTAR JUARA INDONESIA (1931-2025)

Liga Nasional

Tahun Kejuaraan Logo Nama Tim Juara
1931 PSSI Stedenwedstrijden VIJ Batavia
1932 PSSI Stedenwedstrijden PSIM Djokjakarta
1932-1933 PSSI Stedenwedstrijden VIJ Batavia
1933-1934 PSSI Stedenwedstrijden VIJ Batavia
1934-1935 PSSI Stedenwedstrijden Persis Solo
1935-1936 PSSI Stedenwedstrijden Persis Solo
1936-1937 PSSI Stedenwedstrijden Persib Bandoeng
1937-1938 PSSI Stedenwedstrijden VIJ Batavia
1938-1939 PSSI Stedenwedstrijden Persis Solo
1939-1940 PSSI Stedenwedstrijden Persis Solo
1941 PSSI Stedenwedstrijden Persis Solo
1942 PSSI Stedenwedstrijden Persis Solo
1943 PSSI Stedenwedstrijden Persis Solo
1951 Kejuaraan Nasional PSSI Persibaja Surabaja
1952 Kejuaraan Nasional PSSI Persibaja Surabaja
1953-1954 Kejuaraan Nasional PSSI Persidja Djakarta
1955-1957 Kejuaraan Nasional PSSI PSM Makassar
1957-1959 Kejuaraan Nasional PSSI PSM Makassar
1959-1961 Kejuaraan Nasional PSSI Persib Bandung
1962-1964 Kejuaraan Nasional PSSI Persidja Djakarta
1964-1965 Kejuaraan Nasional PSSI PSM Makassar
1965-1966 Kejuaraan Nasional PSSI PSM Makassar
1966-1967 Kejuaraan Nasional PSSI PSMS Medan
1967-1969 Kejuaraan Nasional PSSI PSMS Medan
1969-1971 Kejuaraan Nasional PSSI PSMS Medan
1971-1973 Kejuaraan Nasional PSSI Persija Jakarta
1973-1975 Kejuaraan Nasional PSSI Persija Jakarta & PSMS Medan
1975-1978 Kejuaraan Nasional PSSI Persebaya Surabaya
1978-1979 Kejuaraan Nasional Utama PSSI Persija Jakarta
1979-1980 Liga Sepak Bola Utama Warna Agung
1980 Divisi Utama PSSI Persiraja Banda Aceh
1980-1982 Liga Sepak Bola Utama Niac Mitra
1982-1983 Liga Sepak Bola Utama Niac Mitra
1983 Divisi Utama PSSI PSMS Medan
1983-1984 Liga Sepak Bola Utama Yanita Utama
1984 Liga Sepak Bola Utama Yanita Utama
1985 Divisi Utama PSSI PSMS Medan
1985 Liga Sepak Bola Utama Krama Yudha Tiga Berlian
1986 Divisi Utama PSSI Persib Bandung
1986 Liga Sepak Bola Utama Krama Yudha Tiga Berlian
1986-1987 Divisi Utama PSSI PSIS Semarang
1987-1988 Divisi Utama PSSI Persebaya Surabaya
1987-1988 Liga Sepak Bola Utama Niac Mitra
1988-1989 Liga Sepak Bola Utama Pelita Jaya
1989-1990 Divisi Utama PSSI Persib Bandung
1990 Liga Sepak Bola Utama Pelita Jaya
1990-1992 Liga Sepak Bola Utama Arseto
1991-1992 Divisi Utama PSSI PSM Ujung Pandang
1992-1993 Liga Sepak Bola Utama Arema Malang
1993-1994 Divisi Utama PSSI Persib Bandung
1993-1994 Liga Sepak Bola Utama Pelita Jaya
1994-1995 Divisi Utama Liga Indonesia Persib Bandung
1995-1996 Divisi Utama Liga Indonesia Mastrans Bandung Raya
1996-1997 Divisi Utama Liga Indonesia Persebaya Surabaya
1997-1998 Divisi Utama Liga Indonesia (dibatalkan)
1998-1999 Divisi Utama Liga Indonesia PSIS Semarang
1999-2000 Divisi Utama Liga Indonesia PSM Makassar
2001 Divisi Utama Liga Indonesia Persija Jakarta
2002 Divisi Utama Liga Indonesia Petrokimia Putra
2003 Divisi Utama Liga Indonesia Persik Kediri
2004 Divisi Utama Liga Indonesia Persebaya Surabaya
2005 Divisi Utama Liga Indonesia Persipura Jayapura
2006 Divisi Utama Liga Indonesia Persik Kediri
2007-2008 Divisi Utama Liga Indonesia Sriwijaya FC
2008-2009 Indonesia Super League Persipura Jayapura
2009-2010 Indonesia Super League Arema Indonesia
2010-2011 Indonesia Super League Persipura Jayapura
2011-2012 Indonesian Premier League Semen Padang
2011-2012 Indonesia Super League Sriwijaya FC
2013 Indonesia Super League Persipura Jayapura
2013 Indonesian Premier League (dibatalkan)
2014 Indonesia Super League Persib Bandung
2015 Indonesia Super League (dibatalkan)
2017 Liga 1 Bhayangkara FC
2018 Liga 1 Persija Jakarta
2019 Liga 1 Bali United FC
2020 Liga 1 (dibatalkan)
2021-2022 Liga 1 Bali United FC
2022-2023 Liga 1 PSM Makassar
2023-2024 Liga 1 Persib Bandung
2024-2025 Liga 1 Persib Bandung
2025-2026 Super League ?????

Piala Nasional

Tahun Kejuaraan Logo Nama Tim Juara
1985 Piala Liga Arseto
1986 Piala Liga Makassar Utama
1987 Piala Liga Krama Yudha Tiga Berlian
1988 Piala Liga Krama Yudha Tiga Berlian
1989 Piala Liga Krama Yudha Tiga Berlian
1992 Piala Galatama Semen Padang
1993 Piala Galatama Gelora Dewata
2005 Copa Indonesia Arema Malang
2006 Copa Indonesia Arema Malang
2007-2008 Copa Indonesia Sriwijaya FC
2008-2009 Copa Indonesia Sriwijaya FC
2010 Piala Indonesia Sriwijaya FC
2012 Piala Indonesia Persibo Bojonegoro
2018-2019 Piala Indonesia PSM Makassar

Rekapitulasi Juara Nasional Indonesia (1931-2025)

11 🏆 (11x Liga) - Persija Jakarta[4]

Perserikatan: 1931, 1932-1933, 1933-1934, 1937-1938, 1953-1954, 1962-1964, 1971-1973, 1973-1975, 1978-1979.

Liga Indonesia: 2001, 2018.

9 🏆 (9x Liga) - Persib Bandung

Perserikatan: 1936-1937, 1959-1961, 1986, 1989-1990, 1993-1994.

Liga Indonesia: 1994-1995, 2014, 2023-2024, 2024-2025.

8 🏆 (7x Liga, 1x Piala) - PSM Makassar[5]

Perserikatan: 1955-1957, 1957-1959, 1964-1965, 1991-1992.

Liga Indonesia: 1999-2000, 2022-2023.

Piala Indonesia: 2018-2019.

7 🏆 (7x Liga) - Persis Solo

Perserikatan: 1934-1935, 1935-1936, 1938-1939, 1939-1940, 1941, 1942, 1943.

6 🏆 (6x Liga) - Persebaya Surabaya[6]

Perserikatan: 1951, 1952, 1975-1977, 1987-1988.

Liga Indonesia: 1996-1997, 2004.

6 🏆 (6x Liga) - PSMS Medan

Perserikatan: 1966-1967, 1969-1969, 1969-1971, 1973-1975, 1983,  1985.

5 🏆 (2x Liga, 3x Piala) - Sriwijaya FC

Liga Indonesia: 2007-2008, 2011-2012.

Piala Indonesia: 2007-2008, 2008-2009, 2010.

5 🏆 (2x Liga, 3x Piala) - Krama Yudha Tiga Berlian [7]

Galatama: 1985, 1986/1987.

Piala Liga: 1987, 1988, 1989.

4 🏆 (4x Liga) - Persipura Jayapura [8]

Liga Indonesia: 2005, 2008-2009, 2010-2011, 2013.

4 🏆 (2x Liga, 2x Piala) - Arema FC [9]

Galatama: 1992-1993.

Liga Indonesia: 2009-2010.

Piala Indonesia: 2005, 2006.

3 🏆 (3x Liga) - Madura United FC [10]

Galatama: 1988-1989, 1990, 1993-1994.

3 🏆 (3x Liga) - PS Mitra Kukar [11]

Galatama: 1980-1982, 1982-1983, 1987-1988.

2 🏆 (2x Liga) - Bali United FC

Liga Indonesia: 2019, 2021-2022.

2 🏆 (1x Liga, 1x Piala) - Semen Padang FC

Liga Indonesia: 2011-2012.

Piala Liga: 1992.

2 🏆 (2x Liga) - Persik Kediri

Liga Indonesia: 2003, 2006.

2 🏆 (2x Liga) - PSIS Semarang

Perserikatan: 1986-1987.

Liga Indonesia: 1998-1999.

2 🏆 (1x Liga, 1x Piala) - Arseto [12]

Galatama: 1990-1992.

Piala Liga: 1985.

2 🏆 (2x Liga) - Yanita Utama [13]

Galatama: 1983/1984, 1984.

1 🏆 (1x Liga) - Bhayangkara Presisi Lampung FC [14]

Liga Indonesia: 2019, 2021-2022.

1 🏆 (1x Piala) - Persibo Bojonegoro

Piala Indonesia: 2012.

1 🏆 (1x Liga) - Gresik United FC [15]

Liga Indonesia: 2002.

1 🏆 (1x Liga) - Bandung Raya[16]

Liga Indonesia: 1995-1996.

1 🏆 (1x Piala) - Deltras FC [17]

Piala Liga: 1993.

1 🏆 (1x Piala) - Makassar Utama

Piala Liga: 1986.

1 🏆 (1x Liga) - Persiraja Banda Aceh

Perserikatan: 1980.

1 🏆 (1x Liga) - Warna Agung [18]

Galatama: 1979-1980.

1 🏆 (1x Liga) - PSIM Yogyakarta

Perserikatan: 1932.



[1] Termasuk gelar yang diraih saat masih bernama WJVB Batavia. Tim ini berganti nama menjadi VBO Batavia pada 15 Agustus 1928. Dibubarkan pada tahun 1951.

[2] Berdasarkan hasil penelusuran mendalam, tim SVB (Soerabajasche Voetbal Bond) mengalami perubahan nama pada tahun 1949 menjadi PSS Surabaja. Perubahan ini merupakan dampak dari kebijakan federasi sepak bola Hindia Belanda saat itu, yaitu VUVSI/ISNIS, yang mewajibkan semua klub anggotanya untuk melakukan nasionalisasi nama dengan mengubah nama-nama Belanda menjadi nama berbahasa Indonesia sebagai bagian dari proses penyesuaian pasca-kemerdekaan.

Selanjutnya, pada tahun 1951, PSS Surabaja kembali mengganti namanya menjadi Persibaja Surabaja, menggunakan nama yang sebenarnya sudah pernah ada sebelumnya. Dalam rapat anggota yang digelar pada 15 September 1952, diputuskan bahwa tanggal kelahiran Persibaja Surabaja ditetapkan pada 18 Juni 1927, yaitu tanggal berdirinya SIVB (Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond). Padahal, secara historis, SVB sendiri sudah lebih dulu lahir pada tahun 1910. Walaupun terdapat ketidaksesuaian secara kronologis, tanggal tersebut tetap diakui secara organisasi hingga saat ini. Penetapan ini merupakan bagian dari proses integrasi dan nasionalisasi klub-klub eks-VUVSI/ISNIS ke dalam struktur PSSI.

Sementara itu, SIVB yang merupakan salah satu pendiri PSSI pada tahun 1930, pernah mengganti namanya menjadi Persibaja Soerabaja pada tahun 1942. Namun, bond ini kemudian vakum akibat militerisasi Jepang di Indonesia. Setelah perang usai, SIVB yang saat itu menggunakan nama baru PORIS, tidak memiliki induk organisasi karena PSSI juga sedang vakum akibat situasi politik dan perang. Pada tahun 1947, PORIS akhirnya bergabung ke dalam liga internal SVB, yang saat itu masih aktif menjalankan kompetisi. Di kemudian hari, PORIS mengganti namanya menjadi PS Fatahillah.

Dengan demikian, secara historis dapat disimpulkan bahwa Persebaya Surabaya saat ini merupakan suksesor dari SVB, sebagai hasil peleburan antara dua bond besar di Surabaya yaitu SIVB dan SVB, di mana SIVB yang awalnya berdiri sebagai federasi mandiri akhirnya melebur ke dalam struktur SVB.

[3] Termasuk gelar yang diraih saat masih bernama BVB Bandoeng. Tim ini merupakan hasil merger antara BVB dan BVU (Bandoengsche Voetbal Unie), yang kemudian resmi menggunakan nama baru VBBO (Voetbalbond Bandung en Omstreken) pada bulan Desember 1935. Seiring dengan kebijakan nasionalisasi nama klub oleh VUVSI/ISNIS pasca-kemerdekaan, VBBO sempat berganti nama menjadi PSBS (Persatuan Sepakbola Bandung dan Sekitarnya). Namun, akibat dinamika politik dan perubahan struktur organisasi sepak bola nasional, PSBS Bandung dibubarkan pada tahun 1951.

[4] Termasuk gelar yang diraih saat bernama VIJ Batavia.

[5] Termasuk gelar yang diraih saat bernama PSM Ujung Pandang. Kota Makassar sempat berganti nama menjadi Ujung Pandang dari tahun 1971 hingga 1999.

[6] Termasuk gelar yang diraih saat masih bernama Persibaya Surabaya (ditulis Persibaja Surabaja dalam ejaan lama). Tim ini berganti nama menjadi Persebaya Surabaya pada 1959.

[7] Krama Yudha Tiga Berlian resmi dibubarkan pada 8 Juli 1991.

[8] Jika gelar untuk kompetisi Indonesia Soccer Championship A 2016 dihitung, maka Persipura Jayapura meraih lima gelar liga.

[9] Termasuk gelar yang diraih saat bernama PS Arema Malang dan Arema Indonesia.

[10] Seluruh gelar diraih saat tim masih bernama PS Pelita Jaya.

[11] Seluruh gelar diraih saat tim masih bernama PS Niac Mitra.

[12] Arseto resmi dibubarkan pada Mei 1998.

[13] Yanita Utama resmi dibubarkan pada awal tahun 1985.

[14] Seluruh gelar diraih saat tim masih bernama Bhayangkara FC.

[15] Gelar diraih saat tim bernama PS Petrokimia Putra. Gresik United FC sendiri merupakan hasil merger PS Petrokimia Putra dan Persegres Gresik pada 2 Desember 2005.

[16] Gelar diraih saat tim bernama Mastrans Bandung Raya. Bandung Raya resmi dibubarkan setelah musim kompetisi 1996-1997 berakhir.

[17] Gelar diraih saat tim bernama PS Gelora Dewata '89.

[18] Warna Agung resmi dibubarkan pada 1995.

Back To Top