Daftar Juara Nasional Sepak Bola Indonesia (1914-2025)
Sebagian besar publik sepak bola Indonesia mengira bahwa "kejuaraan nasional" baru dimulai sejak PSSI berdiri pada tahun 1930 dan menggelar kompetisi sendiri pada 1931. Namun, kajian sejarah yang lebih mendalam menunjukkan bahwa kompetisi tingkat nasional telah ada sejak 1914. Meskipun Indonesia belum berdiri sebagai negara merdeka pada saat itu, sepak bola sudah diatur secara terorganisir di bawah naungan federasi kolonial.
Apa Itu Juara Nasional?
Juara nasional adalah tim yang menjuarai kompetisi resmi tingkat nasional, baik berupa liga domestik maupun piala domestik, yang diselenggarakan oleh federasi dengan kewenangan mengatur sepak bola di seluruh wilayah negara. Dalam konteks modern, istilah ini umumnya merujuk pada tim yang menjuarai kompetisi utama atau mayor trofi yang diakui federasi resmi, karena gelar ini memberikan hak untuk mewakili negara di kompetisi regional, seperti AFC Champions League.
Dalam konteks sejarah Indonesia, definisi juara nasional mencakup dua jalur legitimasi:
Legitimasi federatif (formal/kelembagaan): kompetisi yang diatur oleh federasi resmi dan diakui secara internasional, termasuk federasi Hindia Belanda (NIVB, NIVU, VUVSI/ISNIS) dari 1914-1950, dan PSSI sejak 1951 hingga sekarang.
Legitimasi nasionalis/historis (sosial-politik): kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI antara 1931-1943, mewakili jaringan klub pribumi dan aspirasi nasional.
Kompetisi Nasional Hindia Belanda (1914-1950)
Sejak 1914, Hindia Belanda yang merupakan cikal bakal Indonesia, menyelenggarakan sebuah kompetisi tingkat nasional yang dikenal sebagai Stedenwedstrijden atau "pertandingan antar-kota". Kompetisi ini awalnya bersifat informal, diatur oleh federasi-federasi kota, dan menjadi ajang utama menentukan tim terbaik di wilayah Hindia Belanda.
Pada 1919, didirikan Nederlandsch-Indische Voetbalbond (NIVB) sebagai federasi resmi, yang mengambil alih pengelolaan Stedenwedstrijden dan menjadikannya kompetisi nasional yang terstruktur. Pada 1924, NIVB resmi bergabung dengan FIFA, memperkuat legitimasi internasional. Stedenwedstrijden berlangsung hingga 1950, diatur oleh NIVB (1920-1935), kemudian NIVU (1936-1948) dan VUVSI/ISNIS (1949-1950).
Awalnya, kompetisi ini eksklusif untuk pemain Eropa, namun sejak akhir 1920-an mulai inklusif, membuka partisipasi bagi pemain Eropa, Indo, Tionghoa dan pribumi, mencerminkan keragaman sosial Hindia Belanda.
Kompetisi Nasional Indonesia (1931-sekarang)
Secara historis, istilah "Indonesia" sudah dikenal dan melekat secara kultural maupun politis ke wilayah Hindia Belanda jauh sebelum kemerdekaan, terutama melalui gerakan kebangsaan dan media massa. Bahkan, tim nasional Hindia Belanda yang tampil di Piala Dunia FIFA 1938 disebut sebagai "Indonesia" oleh media asing, meskipun secara resmi mewakili Hindia Belanda.
PSSI didirikan pada 1930 dan mulai menyelenggarakan kompetisi nasional sejak 1931 untuk tim-tim pribumi. Kompetisi ini memiliki nilai historis karena merepresentasikan perjuangan komunitas pribumi dalam menegaskan identitas nasional dan membangun jaringan antarkota. Antara 1931-1943, kompetisi ini bersifat eksklusif untuk etnis pribumi, dan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk perjuangan menuju kemerdekaan, di mana sepak bola digunakan sebagai sarana memperkuat solidaritas, rasa nasionalisme, dan kesadaran akan hak untuk mandiri dalam bidang olahraga maupun sosial-politik.
Pasca kemerdekaan, PSSI dibangkitkan kembali setelah mati suri di era pendudukan Jepang. Kompetisi PSSI dengan tajuk Kejuaraan Nasional PSSI, dimulai sejak 1951, bersifat inklusif dan menerima pemain dari semua latar belakang (Eropa, Indo, Tionghoa dan pribumi), walaupun secara praktis beberapa tim menghadapi kendala sosial-politik di awal kemerdekaan. Kejuaraan 1951 ini secara federatif menggantikan kompetisi Hindia Belanda, sehingga menjadi lanjutan resmi dari tradisi sepak bola nasional di bawah pengaturan federasi yang sah. PSSI bergabung dengan FIFA pada tahun 1952, memperkuat pengakuan internasional dan membuka peluang partisipasi klub serta tim nasional di kancah regional.
Sejak 1951 hingga 1978, PSSI menyelenggarakan kompetisi nasional bersifat amatir, dikenal sebagai Perserikatan, berbasis tim kota dan tradisi lokal. Pada 1979, muncul Liga Sepak Bola Utama (Galatama), kompetisi semi-profesional yang bertujuan meningkatkan kualitas dan profesionalisme sepak bola Indonesia. Dualisme antara Perserikatan dan Galatama berlangsung hingga 1994, ketika PSSI menyatukan keduanya menjadi Liga Indonesia, membentuk sistem liga nasional terpadu.
Pada 2008, liga ini direstrukturisasi menjadi Indonesia Super League (ISL) sebagai liga profesional modern. Namun, sepak bola Indonesia sempat menghadapi dualisme liga pada periode 2011-2013. Selama periode ini muncul Indonesian Premier League (IPL), yang merupakan kompetisi resmi PSSI, bersamaan dengan ISL versi klub-klub sebelumnya. Situasi ini terjadi akibat konflik internal di tubuh PSSI yang menyebabkan ketidakstabilan dan menurunnya profesionalisme. PSSI kemudian dibekukan oleh FIFA pada 2015 akibat intervensi pemerintah, dan baru kembali normal pada 2017 dengan peluncuran Liga 1, menegaskan kembalinya stabilitas dan profesionalisme kompetisi nasional.
Selain liga domestik, piala domestik juga termasuk kejuaraan nasional yang diselenggarakan oleh PSSI, walaupun belum konsisten. Kompetisi piala domestik pertama yang diselenggarakan PSSI adalah Piala Liga pada 1985, yang hanya diikuti oleh klub-klub Galatama. Setelah penyatuan liga pada 1994, piala domestik sempat vakum, dan akhirnya digulirkan kembali pada tahun 2005 dengan format baru yang lebih inklusif, terbuka bagi klub dari semua tingkatan liga, termasuk klub profesional maupun amatir.
Berikut adalah daftar juara nasional sepak bola Indonesia sejak 1914 hingga 2025. Daftar ini menunjukkan kontinuitas sejarah dari era kolonial hingga modern, menyatukan jalur Hindia Belanda dan Indonesia dalam satu kerangka objektif dan komprehensif. Dengan pengakuan federatif dan historis, catatan ini memberikan gambaran lengkap mengenai perkembangan sepak bola Indonesia, dari Stedenwedstrijden, Perserikatan, Galatama, Liga Indonesia hingga Piala Indonesia modern.
"Klik pada kolom tahun untuk melihat rincian turnamen."
Diperbarui 25 Mei 2025.
DAFTAR JUARA HINDIA BELANDA (1914-1950)
| Tahun | Kejuaraan | Logo | Nama Tim Juara |
|---|---|---|---|
| 1914 | Stedenwedstrijden |
|
WJVB Batavia |
| 1915 | Stedenwedstrijden |
|
WJVB Batavia |
| 1916 | Stedenwedstrijden |
|
SVB Soerabaia |
| 1917 | Stedenwedstrijden |
|
SVB Soerabaia |
| 1918 | Stedenwedstrijden |
|
WJVB Batavia |
| 1919 | Stedenwedstrijden |
|
WJVB Batavia |
| 1920 | NIVB Stedenwedstrijden |
|
WJVB Batavia |
| 1921 | NIVB Stedenwedstrijden |
|
WJVB Batavia |
| 1922 | NIVB Stedenwedstrijden |
|
SVB Soerabaia |
| 1923 | NIVB Stedenwedstrijden |
|
WJVB Batavia |
| 1924 | NIVB Stedenwedstrijden |
|
SVB Soerabaia |
| 1925 | NIVB Stedenwedstrijden |
|
WJVB Batavia |
| 1926 | NIVB Stedenwedstrijden |
|
SVB Soerabaia |
| 1927 | NIVB Stedenwedstrijden |
|
WJVB Batavia |
| 1928 | NIVB Stedenwedstrijden |
|
SVB Soerabaia |
| 1929 | NIVB Stedenwedstrijden |
|
VBO Batavia |
| 1930 | NIVB Stedenwedstrijden |
|
SVB Soerabaia |
| 1931 | NIVB Stedenwedstrijden |
|
BVB Bandoeng |
| 1932 | NIVB Stedenwedstrijden |
|
SVB Soerabaja |
| 1933 | NIVB Stedenwedstrijden |
|
VBO Batavia |
| 1933-1934 | NIVB Stedenwedstrijden |
|
BVB Bandoeng |
| 1934-1935 | NIVB Stedenwedstrijden |
|
(dibatalkan) | 1935 | Stedenwedstrijden |
|
VBO Batavia |
| 1936 | NIVU Stedenwedstrijden |
|
SVB Soerabaja |
| 1936-1937 | NIVU Stedenwedstrijden |
|
VBBO Bandoeng |
| 1937-1938 | NIVU Stedenwedstrijden |
|
VBO Batavia |
| 1938-1939 | NIVU Stedenwedstrijden |
|
VBO Batavia |
| 1939-1940 | NIVU Stedenwedstrijden |
|
VBO Batavia |
| 1940-1941 | NIVU Stedenwedstrijden |
|
SVB Soerabaja |
| 1941-1942 | NIVU Stedenwedstrijden |
|
(dibatalkan) |
| 1946 | NIVU Stedenwedstrijden |
|
(dibatalkan) |
| 1947 | NIVU Stedenwedstrijden |
|
VBO Batavia |
| 1948 | NIVU Stedenwedstrijden |
|
VBO Batavia |
| 1949 | VUVSI/ISNIS Stedenwedstrijden |
|
SVB/PSS Soerabaja |
| 1949-1950 | VUVSI/ISNIS Stedenwedstrijden |
|
SVB/PSS Soerabaja |
Rekapitulasi Juara Nasional Hindia Belanda (1914-1950)
17 🏆️ (17x Liga) - VBO Batavia[1]
Stedenwedstrijden: 1914, 1915, 1918, 1919, 1920, 1921, 1923, 1925, 1927, 1929, 1933, 1935, 1937-1938, 1938-1939, 1939-1940, 1947, 1948.
12 🏆️ (12x Liga) - SVB Soerabaja[2]
Stedenwedstrijden: 1916, 1917, 1922, 1924, 1926, 1928, 1930, 1932, 1936, 1940-1941, 1949, 1949-1950.
3 🏆️ (3x Liga) - VBBO Bandoeng[3]
Stedenwedstrijden: 1931, 1933-1934, 1936-1937.
DAFTAR JUARA INDONESIA (1931-2025)
Liga Nasional
| Tahun | Kejuaraan | Logo | Nama Tim Juara |
|---|---|---|---|
| 1931 | PSSI Stedenwedstrijden |
|
VIJ Batavia |
| 1932 | PSSI Stedenwedstrijden |
|
PSIM Djokjakarta |
| 1932-1933 | PSSI Stedenwedstrijden |
|
VIJ Batavia |
| 1933-1934 | PSSI Stedenwedstrijden |
|
VIJ Batavia |
| 1934-1935 | PSSI Stedenwedstrijden |
|
Persis Solo |
| 1935-1936 | PSSI Stedenwedstrijden |
|
Persis Solo |
| 1936-1937 | PSSI Stedenwedstrijden |
|
Persib Bandoeng |
| 1937-1938 | PSSI Stedenwedstrijden |
|
VIJ Batavia |
| 1938-1939 | PSSI Stedenwedstrijden |
|
Persis Solo |
| 1939-1940 | PSSI Stedenwedstrijden |
|
Persis Solo |
| 1941 | PSSI Stedenwedstrijden |
|
Persis Solo |
| 1942 | PSSI Stedenwedstrijden |
|
Persis Solo |
| 1943 | PSSI Stedenwedstrijden |
|
Persis Solo |
| 1951 | Kejuaraan Nasional PSSI |
|
Persibaja Surabaja |
| 1952 | Kejuaraan Nasional PSSI |
|
Persibaja Surabaja |
| 1953-1954 | Kejuaraan Nasional PSSI |
|
Persidja Djakarta |
| 1955-1957 | Kejuaraan Nasional PSSI |
|
PSM Makassar |
| 1957-1959 | Kejuaraan Nasional PSSI |
|
PSM Makassar |
| 1959-1961 | Kejuaraan Nasional PSSI |
|
Persib Bandung |
| 1962-1964 | Kejuaraan Nasional PSSI |
|
Persidja Djakarta |
| 1964-1965 | Kejuaraan Nasional PSSI |
|
PSM Makassar |
| 1965-1966 | Kejuaraan Nasional PSSI |
|
PSM Makassar |
| 1966-1967 | Kejuaraan Nasional PSSI |
|
PSMS Medan |
| 1967-1969 | Kejuaraan Nasional PSSI |
|
PSMS Medan |
| 1969-1971 | Kejuaraan Nasional PSSI |
|
PSMS Medan |
| 1971-1973 | Kejuaraan Nasional PSSI |
|
Persija Jakarta |
| 1973-1975 | Kejuaraan Nasional PSSI |
![]()
|
Persija Jakarta & PSMS Medan |
| 1975-1978 | Kejuaraan Nasional PSSI |
|
Persebaya Surabaya |
| 1978-1979 | Kejuaraan Nasional Utama PSSI |
|
Persija Jakarta |
| 1979-1980 | Liga Sepak Bola Utama |
|
Warna Agung |
| 1980 | Divisi Utama PSSI |
|
Persiraja Banda Aceh |
| 1980-1982 | Liga Sepak Bola Utama |
|
Niac Mitra |
| 1982-1983 | Liga Sepak Bola Utama |
|
Niac Mitra |
| 1983 | Divisi Utama PSSI |
|
PSMS Medan |
| 1983-1984 | Liga Sepak Bola Utama |
|
Yanita Utama |
| 1984 | Liga Sepak Bola Utama |
|
Yanita Utama |
| 1985 | Divisi Utama PSSI |
|
PSMS Medan |
| 1985 | Liga Sepak Bola Utama |
|
Krama Yudha Tiga Berlian |
| 1986 | Divisi Utama PSSI |
|
Persib Bandung |
| 1986 | Liga Sepak Bola Utama |
|
Krama Yudha Tiga Berlian |
| 1986-1987 | Divisi Utama PSSI |
|
PSIS Semarang |
| 1987-1988 | Divisi Utama PSSI |
|
Persebaya Surabaya |
| 1987-1988 | Liga Sepak Bola Utama |
|
Niac Mitra |
| 1988-1989 | Liga Sepak Bola Utama |
|
Pelita Jaya |
| 1989-1990 | Divisi Utama PSSI |
|
Persib Bandung |
| 1990 | Liga Sepak Bola Utama |
|
Pelita Jaya |
| 1990-1992 | Liga Sepak Bola Utama |
|
Arseto |
| 1991-1992 | Divisi Utama PSSI |
|
PSM Ujung Pandang |
| 1992-1993 | Liga Sepak Bola Utama |
|
Arema Malang |
| 1993-1994 | Divisi Utama PSSI |
|
Persib Bandung |
| 1993-1994 | Liga Sepak Bola Utama |
|
Pelita Jaya |
| 1994-1995 | Divisi Utama Liga Indonesia |
|
Persib Bandung |
| 1995-1996 | Divisi Utama Liga Indonesia |
|
Mastrans Bandung Raya |
| 1996-1997 | Divisi Utama Liga Indonesia |
|
Persebaya Surabaya |
| 1997-1998 | Divisi Utama Liga Indonesia |
|
(dibatalkan) |
| 1998-1999 | Divisi Utama Liga Indonesia |
|
PSIS Semarang |
| 1999-2000 | Divisi Utama Liga Indonesia |
|
PSM Makassar |
| 2001 | Divisi Utama Liga Indonesia |
|
Persija Jakarta |
| 2002 | Divisi Utama Liga Indonesia |
|
Petrokimia Putra |
| 2003 | Divisi Utama Liga Indonesia |
|
Persik Kediri |
| 2004 | Divisi Utama Liga Indonesia |
|
Persebaya Surabaya |
| 2005 | Divisi Utama Liga Indonesia |
|
Persipura Jayapura |
| 2006 | Divisi Utama Liga Indonesia |
|
Persik Kediri |
| 2007-2008 | Divisi Utama Liga Indonesia |
|
Sriwijaya FC |
| 2008-2009 | Indonesia Super League |
|
Persipura Jayapura |
| 2009-2010 | Indonesia Super League |
|
Arema Indonesia |
| 2010-2011 | Indonesia Super League |
|
Persipura Jayapura |
| 2011-2012 | Indonesian Premier League |
|
Semen Padang |
| 2011-2012 | Indonesia Super League |
|
Sriwijaya FC |
| 2013 | Indonesia Super League |
|
Persipura Jayapura |
| 2013 | Indonesian Premier League |
|
(dibatalkan) |
| 2014 | Indonesia Super League |
|
Persib Bandung |
| 2015 | Indonesia Super League |
|
(dibatalkan) |
| 2017 | Liga 1 |
|
Bhayangkara FC |
| 2018 | Liga 1 |
|
Persija Jakarta |
| 2019 | Liga 1 |
|
Bali United FC |
| 2020 | Liga 1 |
|
(dibatalkan) |
| 2021-2022 | Liga 1 |
|
Bali United FC |
| 2022-2023 | Liga 1 |
|
PSM Makassar |
| 2023-2024 | Liga 1 |
|
Persib Bandung |
| 2024-2025 | Liga 1 |
|
Persib Bandung |
| 2025-2026 | Super League |
|
????? |
Piala Nasional
| Tahun | Kejuaraan | Logo | Nama Tim Juara |
|---|---|---|---|
| 1985 | Piala Liga |
|
Arseto |
| 1986 | Piala Liga |
|
Makassar Utama |
| 1987 | Piala Liga |
|
Krama Yudha Tiga Berlian |
| 1988 | Piala Liga |
|
Krama Yudha Tiga Berlian |
| 1989 | Piala Liga |
|
Krama Yudha Tiga Berlian |
| 1992 | Piala Galatama |
|
Semen Padang |
| 1993 | Piala Galatama |
|
Gelora Dewata |
| 2005 | Copa Indonesia |
|
Arema Malang |
| 2006 | Copa Indonesia |
|
Arema Malang |
| 2007-2008 | Copa Indonesia |
|
Sriwijaya FC |
| 2008-2009 | Copa Indonesia |
|
Sriwijaya FC |
| 2010 | Piala Indonesia |
|
Sriwijaya FC |
| 2012 | Piala Indonesia |
|
Persibo Bojonegoro |
| 2018-2019 | Piala Indonesia |
|
PSM Makassar |
Rekapitulasi Juara Nasional Indonesia (1931-2025)
11 🏆️ (11x Liga) - Persija Jakarta[4]
Perserikatan: 1931, 1932-1933, 1933-1934, 1937-1938, 1953-1954, 1962-1964, 1971-1973, 1973-1975, 1978-1979.
Liga Indonesia: 2001, 2018.
9 🏆️ (9x Liga) - Persib Bandung
Perserikatan: 1936-1937, 1959-1961, 1986, 1989-1990, 1993-1994.
Liga Indonesia: 1994-1995, 2014, 2023-2024, 2024-2025.
8 🏆️ (7x Liga, 1x Piala) - PSM Makassar[5]
Perserikatan: 1955-1957, 1957-1959, 1964-1965, 1991-1992.
Liga Indonesia: 1999-2000, 2022-2023.
Piala Indonesia: 2018-2019.
7 🏆️ (7x Liga) - Persis Solo
Perserikatan: 1934-1935, 1935-1936, 1938-1939, 1939-1940, 1941, 1942, 1943.
6 🏆️ (6x Liga) - Persebaya Surabaya[6]
Perserikatan: 1951, 1952, 1975-1977, 1987-1988.
Liga Indonesia: 1996-1997, 2004.
6 🏆️ (6x Liga) - PSMS Medan
Perserikatan: 1966-1967, 1969-1969, 1969-1971, 1973-1975, 1983, 1985.
5 🏆️ (2x Liga, 3x Piala) - Sriwijaya FC
Liga Indonesia: 2007-2008, 2011-2012.
Piala Indonesia: 2007-2008, 2008-2009, 2010.
5 🏆️ (2x Liga, 3x Piala) - Krama Yudha Tiga Berlian [7]
Galatama: 1985, 1986/1987.
Piala Liga: 1987, 1988, 1989.
4 🏆️ (4x Liga) - Persipura Jayapura [8]
Liga Indonesia: 2005, 2008-2009, 2010-2011, 2013.
4 🏆️ (2x Liga, 2x Piala) - Arema FC [9]
Galatama: 1992-1993.
Liga Indonesia: 2009-2010.
Piala Indonesia: 2005, 2006.
3 🏆️ (3x Liga) - Madura United FC [10]
Galatama: 1988-1989, 1990, 1993-1994.
3 🏆️ (3x Liga) - PS Mitra Kukar [11]
Galatama: 1980-1982, 1982-1983, 1987-1988.
2 🏆️ (2x Liga) - Bali United FC
Liga Indonesia: 2019, 2021-2022.
2 🏆️ (1x Liga, 1x Piala) - Semen Padang FC
Liga Indonesia: 2011-2012.
Piala Liga: 1992.
2 🏆️ (2x Liga) - Persik Kediri
Liga Indonesia: 2003, 2006.
2 🏆️ (2x Liga) - PSIS Semarang
Perserikatan: 1986-1987.
Liga Indonesia: 1998-1999.
2 🏆️ (1x Liga, 1x Piala) - Arseto [12]
Galatama: 1990-1992.
Piala Liga: 1985.
2 🏆️ (2x Liga) - Yanita Utama [13]
Galatama: 1983/1984, 1984.
1 🏆️ (1x Liga) - Bhayangkara Presisi Lampung FC [14]
Liga Indonesia: 2019, 2021-2022.
1 🏆️ (1x Piala) - Persibo Bojonegoro
Piala Indonesia: 2012.
1 🏆️ (1x Liga) - Gresik United FC [15]
Liga Indonesia: 2002.
1 🏆️ (1x Liga) - Bandung Raya[16]
Liga Indonesia: 1995-1996.
1 🏆️ (1x Piala) - Deltras FC [17]
Piala Liga: 1993.
1 🏆️ (1x Piala) - Makassar Utama
Piala Liga: 1986.
1 🏆️ (1x Liga) - Persiraja Banda Aceh
Perserikatan: 1980.
1 🏆️ (1x Liga) - Warna Agung [18]
Galatama: 1979-1980.
1 🏆️ (1x Liga) - PSIM Yogyakarta
Perserikatan: 1932.
[1] Termasuk gelar yang diraih saat masih bernama WJVB Batavia. Tim ini berganti nama menjadi VBO Batavia pada 15 Agustus 1928. Dibubarkan pada tahun 1951.
[2] Berdasarkan hasil penelusuran mendalam, tim SVB (Soerabajasche Voetbal Bond) mengalami perubahan nama pada tahun 1949 menjadi PSS Surabaja. Perubahan ini merupakan dampak dari kebijakan federasi sepak bola Hindia Belanda saat itu, yaitu VUVSI/ISNIS, yang mewajibkan semua klub anggotanya untuk melakukan nasionalisasi nama dengan mengubah nama-nama Belanda menjadi nama berbahasa Indonesia sebagai bagian dari proses penyesuaian pasca-kemerdekaan.
Selanjutnya, pada tahun 1951, PSS Surabaja kembali mengganti namanya menjadi Persibaja Surabaja, menggunakan nama yang sebenarnya sudah pernah ada sebelumnya. Dalam rapat anggota yang digelar pada 15 September 1952, diputuskan bahwa tanggal kelahiran Persibaja Surabaja ditetapkan pada 18 Juni 1927, yaitu tanggal berdirinya SIVB (Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond). Padahal, secara historis, SVB sendiri sudah lebih dulu lahir pada tahun 1910. Walaupun terdapat ketidaksesuaian secara kronologis, tanggal tersebut tetap diakui secara organisasi hingga saat ini. Penetapan ini merupakan bagian dari proses integrasi dan nasionalisasi klub-klub eks-VUVSI/ISNIS ke dalam struktur PSSI.
Sementara itu, SIVB yang merupakan salah satu pendiri PSSI pada tahun 1930, pernah mengganti namanya menjadi Persibaja Soerabaja pada tahun 1942. Namun, bond ini kemudian vakum akibat militerisasi Jepang di Indonesia. Setelah perang usai, SIVB yang saat itu menggunakan nama baru PORIS, tidak memiliki induk organisasi karena PSSI juga sedang vakum akibat situasi politik dan perang. Pada tahun 1947, PORIS akhirnya bergabung ke dalam liga internal SVB, yang saat itu masih aktif menjalankan kompetisi. Di kemudian hari, PORIS mengganti namanya menjadi PS Fatahillah.
Dengan demikian, secara historis dapat disimpulkan bahwa Persebaya Surabaya saat ini merupakan suksesor dari SVB, sebagai hasil peleburan antara dua bond besar di Surabaya yaitu SIVB dan SVB, di mana SIVB yang awalnya berdiri sebagai federasi mandiri akhirnya melebur ke dalam struktur SVB.
[3] Termasuk gelar yang diraih saat masih bernama BVB Bandoeng. Tim ini merupakan hasil merger antara BVB dan BVU (Bandoengsche Voetbal Unie), yang kemudian resmi menggunakan nama baru VBBO (Voetbalbond Bandung en Omstreken) pada bulan Desember 1935. Seiring dengan kebijakan nasionalisasi nama klub oleh VUVSI/ISNIS pasca-kemerdekaan, VBBO sempat berganti nama menjadi PSBS (Persatuan Sepakbola Bandung dan Sekitarnya). Namun, akibat dinamika politik dan perubahan struktur organisasi sepak bola nasional, PSBS Bandung dibubarkan pada tahun 1951.
[4] Termasuk gelar yang diraih saat bernama VIJ Batavia.
[5] Termasuk gelar yang diraih saat bernama PSM Ujung Pandang. Kota Makassar sempat berganti nama menjadi Ujung Pandang dari tahun 1971 hingga 1999.
[6] Termasuk gelar yang diraih saat masih bernama Persibaya Surabaya (ditulis Persibaja Surabaja dalam ejaan lama). Tim ini berganti nama menjadi Persebaya Surabaya pada 1959.
[7] Krama Yudha Tiga Berlian resmi dibubarkan pada 8 Juli 1991.
[8] Jika gelar untuk kompetisi Indonesia Soccer Championship A 2016 dihitung, maka Persipura Jayapura meraih lima gelar liga.
[9] Termasuk gelar yang diraih saat bernama PS Arema Malang dan Arema Indonesia.
[10] Seluruh gelar diraih saat tim masih bernama PS Pelita Jaya.
[11] Seluruh gelar diraih saat tim masih bernama PS Niac Mitra.
[12] Arseto resmi dibubarkan pada Mei 1998.
[13] Yanita Utama resmi dibubarkan pada awal tahun 1985.
[14] Seluruh gelar diraih saat tim masih bernama Bhayangkara FC.
[15] Gelar diraih saat tim bernama PS Petrokimia Putra. Gresik United FC sendiri merupakan hasil merger PS Petrokimia Putra dan Persegres Gresik pada 2 Desember 2005.
[16] Gelar diraih saat tim bernama Mastrans Bandung Raya. Bandung Raya resmi dibubarkan setelah musim kompetisi 1996-1997 berakhir.
[17] Gelar diraih saat tim bernama PS Gelora Dewata '89.
[18] Warna Agung resmi dibubarkan pada 1995.
